Petrus Tuange Ditunjuk Jadi Bupati Talaud

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 22:52 WIB Nusantara
Petrus Tuange Ditunjuk Jadi Bupati Talaud

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Petrus Tuange, sebagai Bupati setelah Bupati sebelumnya Sri Wahyumi Manalip dinonaktifkan.

Tuange menjabat Bupati setelah Wagub Drs Steven OE Kandouw didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Sulut DR Jemmy Kumendong atas nama Gubernur menyerahkan secara resmi Surat Keputusan (SK).

"Mari kita senantiasa terus menjaga stabilitas keamanan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi kerena saat ini kita sedang memasuki bulan-bulan pilkada. Keamanan harus terus dijaga dan tingkatkan dengan baik," ajak Wagub Kandouw, Sabtu (13/1).

Wagub mengajak masyarakat tetap menjaga solidaritas sehingga kondusivitas wilayah tetap terjaga.

"Ini menjadi yang pertama dan yang terakhir, karena jangan lagi hal yang seperti ini terjadi, Pak Mendagri juga harapannya seperti itu," ujarnya.

Menurut dia, dinonaktifkannya Bupati Talaud menjadi pelajaran baik di Talaud, Sulut, bahkan di Indonesia. Sebab norma-norma, regulasi-regulasi, undang-undang harus dihormati serta dijalankan karena kita hidup di NKRI yang berdasarkan undang-undang.

"Semua ada aturannya, dan semoga kejadian ini menjadi yang pertama dan yang terakhir. Selamat bertugas pak Bupati, saya yakin dapat menjalankan amanat Mendagri dengan penuh tanggung jawab, semoga Tuhan menolong kita semua," ujarnya.

Pertemuan ini juga disertai dengan pemberian SK pemberhentian sementara kepada Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip yang diserahkan Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah DR Jemmy Kumendong kepada Bupati Petrus Simon Tuange.

Penonaktifan Sri Wahyumi Manalip dilakukan setelah melakukan perjalanan dinas luar negeri namun tidak mengajukan izin kepada Gubernur sebagaimana diatur dalam Permendagri 29 Tahun 2017. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More