Sebulan Magang, Banyak Pembelajaran

Penulis: Dwi Safitri/M-1 Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 23:16 WIB MI Muda
Sebulan Magang, Banyak Pembelajaran

Dok. Pribadi

Sebulan, ia berperan sebagai karyawan perusahaan global.

Esty Nadya Rafyanti belajar soal kerja sama tim, berinteraksi dalam lingkungan multikultural, hingga praktik kehumasan dan periklanan selama sebulan menjalani SCG International Internship di Kantor Pusat Siam Cement Group, perusahaan semen yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand.

Yuk, simak obrolan Muda dengan Esty yang selalu bilang, enggak ada yang sulit. Semua tantangan dan proses seleksi lebih banyak menguji persistensi!

Ceritakan dong perjalanan kamu hingga terpilih menjadi peserta SCG International Intern di Thailand?

Aku terpilih menjadi salah satu dari 12 orang SCG International Internship dari Indonesia. Selain itu ada peserta magang dari empat negara lain dengan total 42 mahasiswa.

Aku pertama kali tahu program ini dari informasi di Line divisi career development kampus. Waktu itu mereka publish flyer-nya. Awalnya aku nggak paham, tapi karena penasaran, aku buka link di poster, yang langsung di-direct ke Facebook Page SCG International Internship.

Nah, setelah kepo di Facebook-nya, baru deh paham kalau itu ternyata program beasiswa magang fully-funded ke luar negeri. Dari sana aku juga percaya dengan kualitas program ini. Ada juga cerita alumni dan video program terdahulu, sampai akhirnya aku memutuskan mendaftarkan diri.

Segala fasilitas, akomodasi, bahkan uang saku disediakan SCG. Untuk seleksinya, aku mengisi formulir online di Facebook, untuk departemen yang menerima peserta magang, tergantung kebutuhan SCG. Misalnya, di periode aku, departemen branding hanya membuka lowongan untuk pelamar dari Indonesia dan beberapa negara lainnya. Jadi, nggak semua lowongan dibuka di setiap negara.

Setelah itu, ada aptitude test untuk menganalisis pola pikir dan cara kerja kita serta mencocokkannya dengan nilai-nilai dan budaya kerja SCG.

Ada juga tugas membuat dua esai yang enggak seribet dan sesusah yang orang-orang kira. Jadi jangan takut dulu!

Esai ini berisi cerita tentang pengalaman kita, jadi nggak ada opini yang benar atau salah, yang dilihat bagaimana kita menyikapi pertanyaan tersebut dan pandangan kita tentang suatu hal.

Tahap terakhir, interview lalu tes kepribadian secara online, buat menilai apakah pandangan kita sesuai dengan SCG. Waktu itu, aku milih interview langsung di Jakarta, seru banget. Akhirnya dapat pengumuman keterima di pagi hari, pas lagi mengisi acara. Seneng banget.

Tantangan terbesarnya selama mengikuti seleksi?

Buat aku, gimana meyakinkan diri aku untuk benar-benar 100%. Karena jujur, aku pasti bakal menyesal kalau nggak mempersiapkan secara matang dan akhirnya gagal. This program is a bomb!

Untung saja, di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, aku tetap fokus mempersiapkan yang terbaik. Karena sebenarnya, rangkaian proses seleksi yang dilakukan SCG sama sekali tidak menyulitkan. Semuanya balik lagi kepada diri kandidat.

Selama magang di Thailand, kegiatan apa saja yang paling seru?

Kalau weekdays, aku menjalani rutinitas kerja seperti para pekerja di sana. Aku ke kantor dari pukul 08.00-16.30 naik MRT, begitu pun pulangnya. Semua difasilitasi SCG.

Di sana, dapat project final assignment, aku bertugas untuk membangun brand awareness SCG di Indonesia. Itu project utama yang harus aku kembangkan sampai akhir proses magang.

Selain itu, aku juga banyak banget belajar hal lain, pernah ikutan virtual meeting bareng agensi yang bekerjasama dengan SCG atau dengan tim SCG Indonesia. Ketika meeting, aku nggak cuma nontonin aja. Aku juga diharapkan bisa menyumbangkan pendapat atau insight.

Aku juga pernah diajak berpartisipasi dalam konferensi pers dan kegiatan sports branding di kantor pusat SCG. Bersama tim dari SCG Branding, aku diajak ke stadion badminton yang superkeren, ketemu pemain-pemain badminton terkenal.

Namanya juga sebulan, rasanya sayang banget kalau cuma di hotel, jadi biasanya kalau habis pulang kerja, aku eksplor Bangkok sama teman-teman yang juga dari negara-negara lain, naik MRT.

Uniknya lagi, SCG juga memberikan kita weekend activity yang nggak kalah seru, seperti factory visit, mengunjungi salah satu kegiatan CSR, sampai jalan-jalan seru ke tempat wisata di Thailand sebagai salah satu bonding activity.

Istilahnya, kalau weekend kita enggak cuma leyeh-leyeh di kamar hotel. Bahkan, juga diajak untuk nonton langsung pertandingan bola SCG MuangThong di stadion.

Pelajaran dan pengalaman apa saja yang kamu dapat dari kegiatan ini?

Aku belajar bahwa dalam pekerjaan, diperlukan sense of back-up, dan semua sense harus main. Aku juga belajar adaptasi dengan orang lain, saling bantu, menjaga, itu untuk sosialnya. Kalau untuk apa yang aku minati, bener-bener bisa melihat praktik dari public relation atau PR dan branding dari sudut pandang korporat dan agensi. Aku pun beberapa kali diajak ikut meeting dan membahas beberapa strategi. Ada banyak pengalaman-pengalaman praktikal, biasanya di kelas cuma simulasi, di SCG beneran aku lakukan.

Aku juga menemukan keluarga baru, 11 intern lain dari Indonesia bener-bener bikin sayang.

Di Thailand, terutama sama teman-teman yang long-stay di Huai Kwang, kita sudah berasa warga lokal banget deh! Nonton bioskop Thailand, makan makanan pinggir jalan, kehujanan di Wat Arun, muter-muter cari makan di night market sesuka hati, asyik bangeeet.

Orang-orang departemen EBMO (Enterprise Brand Management Office), dimana aku ditempatkan magang juga bikin aku sayang banget. Saat aku ulang tahun 27 Juli, mereka ngasih surprise. Ultah aku bertepatan sama dengan seseorang dengan posisi tinggi di sana, terharu.

Ada banyak banget pengalaman multicultural dan practical skill yang aku dapatkan dari para mentor, kolega, dan sesama anak magang. Setelah menjalani satu bulan magang di sana, I feel like I learn grow up a lot.

Bagaimana cara kamu beradaptasi?

Kebetulan, aku di divisi branding hanya berdua, bersama satu dari Myanmar, orangnya asyik banget sih. Kita punya berbagai macam internal jokes sendiri. Selain itu, membangun relasi ya dengan ngasih tau kalo kita itu international intern.

Kita yang harus ngajak bicara pertama karena mereka suka sungkan atau insecure untuk bicara bahasa Inggris. Terus mereka suka banget kalau kita cerita, jadi ya banyak-banyakin cerita!

Terus harus selalu ingat, di sana kita mau mencari pengalaman, jadi ya jangan merasa bisa. Pergunakan pengetahuan yang kita punya, tapi tetap humble dan buka telinga untuk mengetahui hal-hal baru yang luar biasa.

Apa agenda kamu ke depan?

Aku sekarang dalam proses menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa, tugas akhir. Sama masih lomba-lomba di bidang public relations serta mempersiapkan diri untuk mencari pengalaman lain seperti exchange dan cari-cari program beasiswa luar negeri untuk S-2.

Pastinya juga, mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, dunia yang sesungguhnya. Aku masih terus mengeksplor diri aku di bidang public relations, branding, dan advertising biar lebih matang untuk terjun ke dunia kerja.

Tanggapan kamu tentang peserta magang dari negara lain?

Mereka asyik, keren-keren banget sih. Aku merasa, walaupun kita berada di satu benua, yaitu Asia Tenggara, cultural background yang ada pun berbeda.

Waktu tinggal di hotel kita mendapatkan satu roommate, dari negara berbeda. Selama satu bulan, aku dituntut memahami apa yang mereka lakukan, dan begitu pun sebaliknya. Seru banget sih bisa saling paham satu sama lain. Mereka juga asyik untuk diajak bercanda dan bercerita.

Harapan kamu untuk Indonesia?

We do have a good potential! Indonesia tuh nggak kalah sama negara lain. Tinggal bagaimana kita sebagai warga negara bisa dengan bangga dan penuh keyakinan, bawa nama Indonesia di hal-hal yang positif.

Pesan untuk anak-anak muda Indonesia?

Terus berprestasi, bawa nama baik Indonesia! Jangan takut terus melangkah ke hal-hal positif, sesuai bidang yang kamu minati, bahkan dari hal kecil. Ingat, bukan berarti nggak ada kesempatan.

Kesempatan itu selalu ada di depan kita, tinggal bagaimana memanfaatkannya. Because for me, chance is like a buffet! Kesempatan itu mirip prasmanan, banyak banget pilihannya, pun porsinya. Keputusan dan pilihan di tangan kalian, mau milih yang mana dan sebesar apa. So guys, be a total game changer! (M-1)

Dwi Safitri

Universitas Jambi

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More