KPK Periksa Ajudan Novanto Pekan Depan

Penulis: Juven Martua Sitompul Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 19:25 WIB Politik dan Hukum
KPK Periksa Ajudan Novanto Pekan Depan

MI/Rommy Pujianto

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwal ulang pemeriksaan terhadap AKP Reza Pahlevi, ajudan terdakwa korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e) Setya Novanto. Pemanggilan ulang dilakukan karena Reza mangkir dari pemeriksaan sebelumnya.

"Penyidik telah menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap saksi Reza Pahlevi yang tidak hadir dalam agenda pemeriksaan Rabu, 10 Januari 2017," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dimintai konfirmasi, Jakarta, Sabtu (13/1).

Menurut Febri, surat pemanggilan telah dikirimkan ke kediaman Reza. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka advokat Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.

"Surat panggilan telah dibuat dan disampaikan pada yang bersangkutan," ujarnya.

Tak hanya itu, Febri mengatakan pihaknya pun telah mengirimkan surat permintaan bantuan kepada pihak Polri untuk menghadirkan Reza ke markas antirasywah pada Senin (15/1) lusa.

"Selain itu KPK juga surati Kapolri, Kadivpropam Polri untuk minta bantuan menghadirkan saksi ke KPK di Senin, 15 Januari 2018," pungkas Febri.


Reza Pahlevi menjadi salah satu pihak yang ikut dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Diduga kuat, Reza mengetahui rentetan kasus merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-e yang menjerat Novanto.

KPK menetapkan advokat Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo, dokter RS Permata Hijau. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-e yang menjerat Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (MTVN/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More