KPU Buka Pendaftaran Kedua Mulai Besok

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 16:59 WIB Pilkada
KPU Buka Pendaftaran Kedua Mulai Besok

MIWidjajadi

KPU akan membuka perpanjangan pendaftaran pasangan calon kepala daerah mulai besok, Minggu (14/1), dan akan berlangsung selama tiga hari hingga Selasa (16/1).

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan perpanjangan pendaftaran hanya berlaku bagi daerah penyelenggara Pilkada yang baru memilliki satu pasangan calon kepala daerah hingga akhir masa pendaftaran pada 10 Januari lalu.

"Ya akan dibuka 14 Januari sampai 16 Januari,” kata Ilham ketika dihubungi Media Indonesia, Sabtu (13/1).

Ilham menjelaskan selama tiga hari yakni sejak 11 Januari hingga hari ini, KPU sedang melakukan sosialisasi untuk masa perpanjangan pendaftaran kepada pengurus partai politik tingkat daerah. Menurutnya, selama waktu sosialisasi ini diharapkan ada paslon kepala darah baru yang muncul untuk mendaftar baik dari independen maupun usungan parpol.

"Saat ini sedang proses sosialisasi-sosialisasi ke parpol dan masyarakat," tukas Ilham.

Hingga saat ini ada 13 daerah pilkada yang hanya memiliki satu paslon kepala daerah. Di antaranya terbanyak ada di Provinsi Banten dengan tiga daerah yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten serta Kota Tangerang. Daerah lain dengan calon tunggal ialah Kabupaten Pasuruan, Karanganyar, dan Jayawijaya.

Sementara itu, saat ini KPU sedang melakukan tahapan penelitian kelengkapan dokumen persyaratan paslon kepala daerah baik dari jalur parpol maupun independen dan akan berlangsung hingga 18 Januari. Lalu, KPU memberi waktu selama dua hari yakni 19-20 Januari kepada para paslon kepala daerah untuk memperbaiki dokumen persyaratan.

Pengumuman dan pengundian peserta pilkada akan dilakukan serentak pada 13 Februari. Ilham menuturkan saat ini belum mendapat laporan berapa banyak paslon yang belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan KPU.

"Semua masih dalam proses. Tunggu saja ya," terangnya. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More