Bupati Talaud: Sanksi Pemberhentian Sementara Ini Zalim

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 14:38 WIB Nusantara
Bupati Talaud: Sanksi Pemberhentian Sementara Ini Zalim

instagram

BUPATI Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyuni Manalip, menyebut sanksi pemberhentian sementara sebagai bupati selama tiga bulan yang ia terima dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo adalah suatu kezaliman.

Seperti diberitakan kemarin, Sri Wahyuni dinonaktifkan sebagai Bupati kepulauan Talaud selama 3 bulan karena dianggap telah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat tanpa pamit ke Mendagri. Pemberhentian sementara itu dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 131.71–17 Tahun 2018.

Sri Wahyuni merasa tidak melakukan pelanggaran berat karena keberangkatannya ke AS itu murni untuk belajar dan memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri AS. Ia juga menyebut tidak menggunakan paspor reguler hijau, tidak membawa staf dan tidak menggunakan uang daerah.

Hingga saat ini, kata dia, dirinya belum menerima surat pemberhentian sementara tersebut. "Karena itu saya akan terus melakukan tugas sebagai Bupati Kepulauan Talaud," tegasnya.

Saat ini, Sri Wahyuni Manalip sedang mengikuti proses tahapan pilkada yakni pemeriksaan kesehatan di RS Profesor Kandow Manado. Ia kembali maju sebagai bakal calon Bupati Kepulauan Talaud melalui jalur perseorangan. (Metro TV/X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More