Setahun Lebih, Pemkab Bogor tidak Acuhkan Pemkot Bekasi

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 14:15 WIB Megapolitan
Setahun Lebih, Pemkab Bogor tidak Acuhkan Pemkot Bekasi

ANTARA/Risky Andrianto

SETAHUN lebih berlalu, Pemkot Bekasi masih menunggu balasan surat dari Pemkab Bogor untuk nasib rencana perluasan Bendung Koja.

Padahal, perluasan bendungan ini penting untuk memaksimalkan fungsi parkir air di musim hujan.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengaku sudah berkirim surat ke Pemkab Bogor sejak akhir 2016.

Dalam surat tersebut, kata Rahmat, ia menanyakan kelanjutan sisa pembangunan sebab dalam kesepakatan, Kota Bekasi hanya membangun 3 hektare (ha), dari total 5,5 ha.

"Sampai sekarang belum ada respons, padahal sudah kami sepakati bersama-sama Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membangun Bendung Koja juga. Itu untuk wilayah tangkapan air. Kita masih menunggu respons dari Kabupaten Bogor untuk melanjutkan perluasan Bendung Koja seluas 2,5 ha lagi," kata Rahmat, kemarin.

Rahmat menjelaskan, pembangunan tahap pertama sudah selesai Desember 2017.

Untuk menyelesaikan pembangunan itu, Pemkot Bekasi sudah menghabiskan dana APBD 2017 sebesar Rp5 miliar.

Bendungan itu dibangun di atas lahan seluas 3 ha di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Wilayah ini merupakan perbatasan dengan wilayah Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

"Karena berada di antara dua wilayah kami sepakati untuk membangun bersama," jelas dia.

Lahan yang digarap menjadi Bendung Koja merupakan milik Perum Jasa Tirta yang tidak difungsikan.

Bendungan alias kolam retensi tersebut berfungsi menampung air dari Sungai Cikeas yang bercampur dengan Kali Bekasi dan Cileungsi di
Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Bendungan ini dipercaya bisa meminimalkan dampak banjir di pemukiman penduduk di bantaran Kali Bekasi, seperti Perumahan PGP, Kemang Ivy, Villa Jatirasa, Pondok Mitra Lestari, Kemang Pratama, hingga ke KelurahanTelukpucung, Bekasi Timur. (Gan/J-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More