Dua Daerah Rawan di Sulsel

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 14:45 WIB Pilkada
Dua Daerah Rawan di Sulsel

ANTARA/Sahrul Manda Tikupadan

DUA daerah di Sulawesi Selatan, yakni Kota Palopo dan Kabupaten Luwu terdeteksi, rawan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

"Saat pendaftaran, pasangan calon sudah di dua daerah itu sudah memanas. Akhirnya sudah kondusif setelah dilakukan mediasi. Ditambah, kejujuran dan kedisiplinan penyelenggara serta masyarakat yang semakin cerdas dan terbuka," ungkap Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono di Makassar, kemarin.

Kepolisian, lanjut dia, menyiapkan 17.600 personel untuk pengamanan Pilkada 2018 di Sulsel meskipun, diakuinya, anggaran peng-amanan pilkada di Sulsel belum ideal.

"Kami mengajukan Rp200 miliar, tapi berdasarkan kemampuan dan penilaian pemerintah daerah, kami diberikan Rp128 miliar," kata Umar.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengakui anggaran pengamanan itu tidak mencukupi dari segi kebutuhan. Namun, menurutnya, paling tidak sudah ada anggaran untuk pengamanan.

"Terkait daerah yang rawan pilkada, pasti Polri sudah mengantisipasi," tandas Syahrul.

Dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat Syamsul Pandiangan berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan isu negatif menjelang pilkada yang bisa memecah persatuan dan kesatuan.

"Kalau ada persoalan, tidak boleh dibiarkan merebak. Langsung serahkan ke Polri," ujarnya.

Dia meyakini pilkada di kawasan Danau Toba tidak akan dirusak dengan isu SARA.

Faktor kekerabatan yang kental, menurut dia, menjadi benteng terkuat dalam menghadapi isu yang mengadu domba.

"Alhamdulillah, di Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir, dan Humbang Hasundutan, tidak pernah terjadi perpecahan umat beragama. Masyarakat sangat kental diikat adat dalihan na tolu (tungku nan tiga)," sebut dia. (LN/JH/RZ/N-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More