Ridwan Kamil Pastikan Bandung Terkendali

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 11:00 WIB Pilkada
Ridwan Kamil Pastikan Bandung Terkendali

ANTARA/FAHRUL JAYADIPUTRA

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil mulai berkemas meninggalkan rumah dinasnya di Pendopo Kota Bandung seiring dengan keikutsertaannya dalam Pilkada Jabar 2018.

"Saya sudah packing-packing, kamar saya sudah dibongkar," ujar Ridwan Kamil di Bandung, kemarin.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan terhitung sejak tanggal 12 Februari ia secara resmi cuti dari jabatannya sebagai Wali Kota Bandung sehingga saat masa tersebut, ia tidak diperkenankan menggunakan fasilitas negara.

Saat masa kampanye nanti, ia sudah mengontrak dua rumah di kawasan Cipaganti Kota Bandung.

Rencananya, satu rumah akan dijadikan sebagai rumah pribadi dan rumah lainnya digunakan untuk posko relawan.

Ia pun memastikan roda pemerintahan tetap berjalan meski tiga pucuk pimpinan Kota Bandung mengikuti pilkada.

Tiga pucuk pimpinan Kota Bandung, yakni wali kota, wakil wali kota Oded M Danial, dan sekretaris daerah Yossi Irianto.

Oded dan Yossi mengikuti pemilihan Wali Kota Bandung.

"Jadi nanti pengganti saya dari provinsi. Kalau sekda itu akan diganti oleh plt, sedang dibahas di lingkungan Pemkot Bandung, lihat yang paling senior dan bisa diterima secara baik oleh ASN selama lima bulan," katanya.

Di hari itu pula, Emil melakukan sesi foto bersama dengan calon wakil gubernur Uu Ruzhanul Ulum.

Foto bersama itu dilakukan untuk membangun chemistry dan keakraban di antara keduanya.

Mereka memilih tema budaya dengan menggunakan dua pakaian adat khas Sunda yang berbeda serta pakaian modern yang dilengkapi aksesori alat musik, yakni biola dan saksofon.

Ketika disinggung mengenai penggunaan musik dalam sesi foto, Uu mengatakan mereka memiliki kesamaan di bidang seni.

"Saya dan Kang Emil ini mencintai seni. Menurut saya, setiap pemimpin harus memiliki jiwa seni agar mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik," kata dia.

"Kalau tidak memiliki jiwa seni, itu kaku dalam kepemimpinan. Marah-marah, pelotot-pelotot, tunjuk-tunjuk. Kalau memiliki jiwa seni, itu kan indah," katanya.

Mencintai seni, lanjut Uu, sebagai bentuk pengamalan keyakinan agamanya.

"Allah itu indah, dan menyukai suatu keindahan," katanya.

Uu menceritakan pengalaman menariknya saat sesi foto.

"Saya tadi disuruh mingkem. Sementara saya kalau difoto enggak bisa mingkem, selalu senyum. Akhirnya pengarah gayanya membebaskan saya untuk berekspresi," kata dia. (BY/Ant/P-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More