KPK Jangan Berhenti di Fredrich dan Bimanesh

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 07:31 WIB Politik dan Hukum
KPK Jangan Berhenti di Fredrich dan Bimanesh

MI/ROMMY PUJIANTO

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menindak semua orang yang diduga merintangi proses penegakan hukum terhadap terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto.

Tindakan hukum tak boleh berhenti hanya pada pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo.

Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga bersekongkol memalsukan rekam medis agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, untuk menghindari pemeriksaan KPK.

KPK juga telah memeriksa bekas kontributor Metro TV Hilman Mattauch, ajudan Novanto, Reza Pahlevi, dan advokat Achmad Rudyansyah.

Hilman menjadi sopir dalam kecelakaan yang mengakibatkan Novanto dilarikan ke RS Permata Hijau.

"Mereka yang terlibat dalam upaya merintangi proses hukum harus diperiksa, dihukum agar ke depan tidak lagi ada orang yang mempermainkan hukum. Semua harus diperiksa, ya dokter, pengurus rumah sakit, pengacara, sopir, bahkan penjaga rumah pun harus diperiksa," tegas Mahfud di Yogyakarta, kemarin.

Ditegaskannya, KPK bisa menindak mereka.

Jika terbukti bersalah, ancaman hukumannya pun tak main-main, yakni minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

Menurut pakar hukum tata negara itu, Fredrich tidak bisa berlindung di balik kode etik profesi.

Fredrich sedianya menjalani pemeriksaan di KPK, kemarin, tetapi dia tidak hadir dan hanya diwakili pengacaranya, Sapriyanto Refa.

Sapriyanto menyatakan dirinya datang untuk memohon kepada KPK agar pemeriksaan Fredrich dapat dilakukan setelah sidang kode etik advokat.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan KPK menghormati sidang etik profesi, tapi semestinya hal itu jangan sampai mengganggu proses hukum.

"Jangan sampai karena proses ini jadi saling tunggu dan akhirnya berisiko menghambat proses hukum yang ada. Jadi, kami akan membicarakan lebih lanjut apa tindakan hukum selanjutnya."

Bimanesh memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultasi ginjal itu tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.30 WIB.

Dia diperiksa hingga sekitar pukul 22.45 lalu ditahan.

Terpisah, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan izin RS Medika Permata Hijau bisa dicabut apabila terbukti menghalang-halangi penyidikan.

"Jika dibuktikan betul dia kriminal, kalau hukumannya dari kami cabut izin."

Menkes masih menunggu proses hukum hingga menghasilkan keputusan ada tidaknya rekayasa dalam penanganan medis Novanto.

"Kalau memang dalam hal ini ada kesalahan, ya, kalau rumah sakit dari kami ada teguran pertama, kedua, sampai pidana. Bisa sampai cabut izin," ucap Nila. (AU/Aya/Ant/X-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More