Impor Beras Jaga Daya Beli

Penulis: Andhika prasetyo Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 07:19 WIB Ekonomi
Impor Beras Jaga Daya Beli

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

SEPANDAI-PANDAINYA pemerintah menjaga tidak impor beras selama dua tahun, akhirnya impor juga.

Kementerian Perdagangan menekankan pembukaan keran impor beras jenis khusus yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara.

Pasalnya, beras yang akan didatangkan dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari itu hanya sebanyak 500 ribu ton dan bukan tipe medium ataupun premium, melainkan beras jenis khusus yang tidak ditanam di Indonesia.

Walaupun berjenis khusus, beras-beras impor itu nantinya akan dijual dengan harga maksimal selevel beras jenis medium, yakni Rp9.450 per kilogram (kg).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap, dengan jumlah yang didatangkan itu, stok hingga awal Februari akan terjaga dan harga yang sempat melonjak hingga Rp11 ribu per kilogram (kg) akan berangsur turun.

"Ini solusi temporary sampai kondisi harga stabil dan stok kembali banyak seiring musim panen tiba," ujar Enggartiasto di Kantor Kemendag, Jakarta, kemarin.

Dalam proses importasi, Kemendag menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) persero secara langsung.

Enggar mengatakan kali ini pihaknya tidak melibatkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang dilakukan, seperti tindakan pengoplosan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Seusai rapat di Kemenko Perekonomian, Mendag pun memastikan impor beras yang dilakukan bukanlah beras yang ditanam di Indonesia, melainkan beras khusus.

"Saya melaporkan kepada beliau (Darmin) beras yang kita impor ialah beras yang masuk ke kategori beras keperluan lain dengan tingkat kepecahan di bawah 5%, Permendag No 1/2018 mencakup itu dan itulah yang kita impor."

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku impor sebanyak 500 ribu ton tersebut hanya untuk cadangan beras pemerintah (CBP).

Menurut Amran, impor sebanyak itu tidak terlalu banyak karena hanya setara dengan stok selama 6 hari.

"Berapa sih kalau 500 ribu itu? Kebutuhan kita 2,5 juta ton per bulan, kan. Itu setara dengan 6 hari, itu cadangan," tukasnya.

Amran menampik langkah impor yang dilakukan pemerintah karena stok beras kurang sebab petani mulai masa tanam pada Oktober lalu dan akan panen pada Januari dan panen raya Februari.

Tekan inflasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan langkah yang diambil pemerintah dengan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton bertujuan untuk menekan inflasi.

"Harga naik harus diatasi," ujar Darmin.

Dari Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan harga beras medium dan premium di sejumlah pasar tradisional memasuki pekan kedua bulan ini cenderung naik.

Kenaikan rata-rata beras premium sebesar 1,07% dan beras medium 1,06%.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, harga beras premium di Pasar Cisaat stabil di kisaran Rp12 ribu per kg, di Pasar Cibadak naik dari Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu per kg.

Mayoritas para pedagang beras mengeluh dengan persediaan.

"Para pedagang mengeluh dengan stok beras," sebut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, kemarin. (Nyu/Mal/BB/X-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More