Sejarah Baru Genetika Penduduk Asli Amerika

Penulis: Hanif Gusman Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 07:51 WIB Eksplorasi
Sejarah Baru Genetika Penduduk Asli Amerika

MAYAT bayi perempuan yang hidup di Alaska sekitar 11.500 tahun lalu mencatat sejarah baru bagi Amerika Utara.

Studi genetik mayat bayi yang ditemukan pada 2013 tersebut mengungkap kapan manusia pertama menjejakkan kaki di wilayah tersebut.

Hasil studi tersebut diungkap tim peneliti pada Rabu (3/1).

Mayat bayi tersebut ditemukan di situs arkeologi Upward Sun River di Alaska.

Masyarakat lokal menamainya Xach'itee'aanenh T'eede Gaay (Sunrise Girlchild).

Setelah penguraian terhadap sidik jarinya, dapat diketahui manusia pertama datang ke Amerika Utara sekitar 25 ribu tahun yang lalu.

Mayat bayi perempuan tersebut diketahui sebagai anggota kelompok penduduk asli Amerika yang sebelumnya tidak diketahui yang dikenal sebagai Beringian Kuno.

Penemuan genetik itu berdampak terhadap perdebatan peneliti mengenai nenek moyang Amerika Utara, kapan mereka datang, terdiri atas berapa gelombang kedatangan, dan apa yang terjadi selanjutnya.

Sebelumnya banyak peneliti berhipotesis migrasi manusia dari daerah yang sekarang sebagai Rusia ke Alaska melalui jembatan darat kuno di Selat Bering terjadi dalam beberapa gelombang pada 14 ribu tahun yang lalu.

Namun, studi terbaru tersebut menunjukkan migrasi hanya terjadi dalam satu gelombang, yaitu pada 25 ribu tahun yang lalu.

Subdivisi kelompok penduduk Amerika asli baru terbentuk kemudian.

Hal tersebut juga mengubah komposisi kelompok penduduk asli Amerika dari sebelumnya hanya dua menjadi tiga kelompok.

"Kami tidak tahu (sebelumnya) populasi ini ada," ujar salah satu penulis paper Profesor Ben Potter yang juga antropolog di University of Alaska Fairbanks.

Meskipun bayi perempuan tersebut mati lama setelah kelompok manusia tiba di Amerika, informasi genetiknya tidak mirip dengan salah satu dari dua kelompok penduduk asli yang diketahui sebelumnya.

Dua kelompok penduduk asli ialah Northen yang kebanyakan menetap di tempat yang sekarang dikenal sebagai Alaska dan Kanada, dan Southern yang kebanyakan menetap di tempat yang dikenal sebagai Amerika Serikat.

Mereka diperkirakan terbagi dua sekitar 17 ribu-14 ribu tahun lalu.

Migrasi

Penduduk asli Amerika sebelumnya menetap di benua Asia.

Sekitar 35 ribu tahun lalu mereka memisahkan diri dari Asia Timur.

Hal tersebut diprediksi akibat perubahan iklim yang ekstrem pada puncak zaman es terakhir.

Setelah masuk ke wilayah Amerika, mereka terpecah menjadi dua kelompok, yaitu Beringian Kuno dan kelompok yang dikenal sebagai penduduk asli Amerika.

Para peneliti mengklaim Kelompok Beringian kuno tersebut tinggal di Alaska dan meninggal sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Namun, hal yang masih belum pasti dalam penelitian tersebut ialah apakah kelompok penduduk asli Amerika ialah mereka yang pertama sampai lalu terpecah dan melanjutkan perjalanan masing-masing, atau apakah kelompok Beringian Kuno melakukan pengembaraan bersama dengan kelompok Northern dan Southern ke Amerika bersama-sama.

Namun, penelitian tersebut sudah mempersempit kerangka waktu migrasi penduduk tersebut dan mengklaim migrasi penduduk tersebut tidak mungkin terjadi dalam beberapa gelombang.

Peneliti juga mengatakan ketidakpastian tersebut tidak memengaruhi nenek moyang kontemporer Amerika walaupun ada klaim penduduk asli datang lebih cepat.

"Kami tidak dapat membuktikan bahwa klaim tersebut tidak benar, tapi apa yang kami katakan, adalah jika mereka benar, mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang langsung bagi penduduk asli Amerika kontemporer," ujar ketua studi Eske Willerslev dari Universitas Cambridge.

(AFP/Dailymail)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More