Gaya Kepemimpinan yang Didambakan Rakyat

Penulis: Nelson Ambarita Inisiator Pusat Inspirator dan Pemberdayaan Pemuda Indonesia, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 08:41 WIB Opini
Gaya Kepemimpinan yang Didambakan Rakyat

thinkstock

KEPEMIMPINAN merupakan suatu instrumen yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan berbangsa dalam menentukan arah dan kemajuan suatu bangsa sebagaimana yang diamanatkan konstitusi suatu negara. Pencapaian tujuan suatu negara sangat ditentukan gaya dan kualitas pribadi pemimpinnya. Seorang pemimpin diharapkan selalu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi negaranya.

Kepemimpinan sangat lekat dengan gaya kepemimpinan karena gaya kepemimpinan berkaitan erat dengan kualitas interaksi dinamis antara seorang pemimpin dan masyarakat. Berkaitan dengan gaya kepemimpinan, seorang pemimpin bisa saja menjadi seorang otoriter. Sebaliknya, ia bisa saja menjadi seorang demokratis. Hal ini tergantung dengan bagaimana seorang pemimpin itu memaknai nilai kepemimpinan di tengah-tengah kekuasaan, kewibawaan, dan konsistensinya.

Seorang pemimpin harus dapat menerapkan nilai yang diyakini itu dalam kepemimpinannya. Sebagai contoh, penerapan nilai kepemimpinan ketika seorang pemimpin yang takut kepada Tuhan akan berupaya melayani masyarakatnya dengan tulus dan iklas sehingga masyarakat akan selalu mempercayai dan mematuhi segala perintah pemimpin itu tanpa syarat.

Pemimpin yang melayani dapat menginspirasi masyarakatnya berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan yang mengarah kepada pencapaian tujuan bersama. Selain nilai kepemimpinan di atas, seorang pemimpin yang ideal juga harus memiliki etika moral yang baik dan bijaksana untuk digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan amanah kekuasaan yang diembannya. Raja Sulaiman merupakan contoh seorang pemimpin yang paling berhikmat di bumi ini dan tidak akan pernah muncul lagi seorang raja seberhikmat dia.

Memang untuk mencari seorang pemimpin berkriteria seperti di atas sangat susah menemukannya. Namun, kita tidak boleh berputus asa mengupayakan agar muncul seorang pemimpin yang berkarakter unggul, berhikmat, melayani, serta takut kepada Tuhan. Semua hal itu sangat berguna bagi seorang pemimpin dalam mengelola dan menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi. Semua permasalahan yang muncul masa kini semakin pelik karena dipicu oleh percepatan revolusi teknologi informasi generasi kelima. Dampak perubahan teknologi informasi itu sangat dahsyat karena telah banyak mengubah tatanan bermasyarakat dan bernegara yang telah mapan sebelumnya.

Pemimpin zaman turbulensi sekarang ini sudah jauh lebih sulit dalam menjalankan amanatnya sebagai pemimpin dalam suatu negara. Banyak permasalahan yang tadinya tidak pernah eksis, bisa menjadi masalah sekarang ini. Suatu masalah kecil bisa saja menjadi masalah besar skalanya. Sangat berbeda dengan pemimpin zaman sebelumnya, yakni tantangan, lingkungan, dan penanganannya juga sangat berbeda.

Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau Presiden Jokowi banyak menghadapi gempuran dari berbagai aspek. Namun, Presiden dapat meredamnya dengan gaya dan pendekatan kepemimpinan yang sangat khas dan berbeda dengan presiden sebelumnya.
Presiden Jokowi merupakan tipe pemimpin situasional yang mau dengan gigih membelajar dari berbagai situasi dan kondisi. Awalnya Presiden Jokowi terlihat terkaget-kaget dalam menangani berbagai permasalahan yang muncul. Namun, seiring dengan perkembangan waktu dan proses membelajar yang terus-menerus, kelihatannya Presiden Jokowi telah mulai percaya diri, tenang, dan taktis dalam menangani segala tata kelola pemerintahan.

Presiden Jokowi sangat proaktif mencarikan ide kreatif dan inovatif sebagai solusi yang tepat dalam rangka perbaikan kehidupan masyarakat. Hasil kerja keras Presiden Jokowi itu telah diapresiasi publik, terbukti dengan hasil survei Litbang Kompas 8 Oktober 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 70,8% masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan selama tiga tahun terakhir. Namun, Presiden Jokowi perlu juga mewaspadai hasil survei Median bahwa Presiden Jokowi hanya mendapatkan 36,2% suara apabila dilakukan pilpres pada tanggal 2 Oktober 2017. Namun demikian, masih tetap menjadi kandidat terkuat presiden periode 2019-2024.

Presiden Jokowi tetap tegas dan konsisten dalam segala tindak dan perilakunya dalam menetapkan setiap kebijakan publik yang dibuktikan dengan berbagai keputusan. Seperti membatalkan penetapan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, memberhentikan sementara Ketua KPK Abraham Samad, memutuskan eksekusi mati dua warga negara Australia, mengalihkan subsidi BBM ke sektor produktif, menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, melakukan negosiasi dengan PT Freeport dengan tegas dan bersikap, dan tidak melakukan intervensi kasus ketua DPR,dll.

Presiden Jokowi telah menetapkan program revolusi mental, khususnya pada dunia pendidikan dalam poin ke delapan Nawacita. Revolusi mental itu diharapkan mampu mengubah dan membenahi karakter bangsa Indonesia. Walaupun sampai saat ini, revolusi mental itu belum berhasil. Namun, dengan perbaikan konsep, metode, dan pendekatan implementasi diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian tujuan.

Revolusi mental dimulai dari pinggiran atau perdesaan sehingga dampak dan pengaruhnya akan bergulir ke area perkotaan yang secara otomatis akan terakumulasi menjadi kristalisasi nilai-nilai luhur sebagai karakter unggul nasional. Oleh karena itu, Presiden Jokowi diharapkan harus tetap konsisten bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas untuk selalu berupaya mengonsolidasikan seluruh kekuatan nasional. Sekaligus Presiden juga mampu merajut sinergitas berbagai komponen bangsa agar tercipta tata kelola pemerintahan dalam suatu koridor visi dan misi yang selaras.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More