Tambahan Rp20 M untuk Pelatnas

Penulis: Budi Ernanto budi_ernanto@mediaindonesia.com Pada: Sabtu, 13 Jan 2018, 02:21 WIB Olahraga
Tambahan Rp20 M untuk Pelatnas

Ilustrasi

BEBERAPA cabang olahraga mengeluhkan soal anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk menghadapi ajang Asian Games 2018 yang setujui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) jauh dari nilai yang diajukan. Untuk menjawab kekecewaan tersebut, Kemenpora menyatakan pihaknya menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp20 miliar. “Kami menyiapkan Rp20 miliar yang bersumber dari anggaran internal Kemenpora sehingga tidak membebani anggaran peningkatan prestasi Asian Games 2018 sebesar Rp735 miliar,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana selepas pertemuan koordinasi dengan pengurus induk cabang-cabang olahraga di Jakarta, Jumat (12/1).

Namun, Mulyana mengatakan anggaran tambahan pelatnas hanya diperuntukkan cabang-cabang olahraga yang berpotensi meraih medali. Namun, sejauh ini, Kemenpora belum mampu menentukan nomor-nomor pertandingan potensial yang berpeluang menyumbang medali bagi kontingen ‘Merah-Putih’ pada Asian Games XVIII. “Kami bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan mengevaluasi setiap tiga bulan sejak Januari. Jumlah atlet-atlet pelatnas yang ada saat ini dapat mengerucut sebelum masuk kontingen,” kata Mulyana.

Dia menegaskan kepastian jumlah atlet kontingen Indonesia akan muncul pada Juni 2018 setelah proses evaluasi dari Kemenpora dan KONI. Selain penambahan anggar­an Rp20 miliar, Kemenpora juga menyiapkan anggaran Rp50 miliar yang juga bersumber dari internal kementerian itu untuk bantuan kontingen Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Baru 21 cabang olahraga Mulyana menyebut sebanyak 21 dari 40 induk cabang olahraga telah menyepakati dan menandatangani nota kepepahaman (MoU) anggaran program pelatnas Asian Games 2018. Hingga siang hari kemarin, tinggal 19 cabang olahraga yang belum menyepakati anggaran itu.

“Kami masih menunggu mereka untuk menandatangani nota kesepahaman pada Jumat (12/1) ini hingga pukul 23.00 WIB. Jika ketua umum induk cabang olahraga tersebut tidak dapat hadir, mereka harus menjelaskan alasannya,” kata Mulyana. Di sisi lain, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) menyatakan baru akan menanda­ta­ngan­i nota kesepahaman (MoU) terkait dengan anggaran pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018 baru pekan depan. Menurut Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan PBVSI Hanny S Surkatty, pejabat yang berwenang untuk menandatangani MoU anggaran pelatnas tersebut belum memiliki waktu untuk mendatangi.

PBVSI mengajukan anggaran pelatnas dengan angka Rp10,2 miliar untuk voli indoor dan Rp7,2 miliar untuk voli pantai. Setelah verifikasi, Kemenpora, menyetujui anggaran pelatnas voli indoor sebesar Rp9,8 miliar dan untuk voli pantai sebesar Rp6 miliar. Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Senam Indonesia (PP Persani) Dian Arifin mengatakan pihaknya telah mengajukan anggaran pelatnas Rp29 miliar, tetapi hanya disetujui sebesar Rp7 miliar. Beberapa program pelatnas pun dibatalkan, termasuk berlatih di AS, “Kami berharap masih ada tambahan Rp5 miliar dari Kemenpora,” kata Dian. (Beo/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More