SNMPTN dan SBMPTN 2018 Resmi Diluncurkan

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 20:13 WIB Humaniora
SNMPTN dan SBMPTN 2018 Resmi Diluncurkan

FOTO ANTARA/Ampelsa

KEMENTERIAN Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) resmi meluncurkan dimulainya kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2018.

Dalam peluncuran di Kantor Kemenristek Dikti Jakarta, Jumat (12/1) itu, hadir Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2018 Ravik Karsidi yang juga Rektor Universitas Sebelas maret, para rektor PTN dari seluruh Indonesia, serta perwakilan dari beberapa sekolah SMA/SMK dan mitra-mitra pendukung seperti Telkom dan TVRI.

Dalam keterangannya Ravik mengatakan, penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mengacu pada UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada PTN.

“Dan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan tersebut, jalur penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri,” ungkap Karsidi.

Secara rinci dia jelaskan, jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN 2018 dilakukan melalui tiga cara, pertama lewat jalur SNMPTN, yaitu seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik siswa yang bersumber dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Kedua, melalui SBMPTN, yaitu seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dengan metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Ketiga, dengan Seleksi Mandiri, yaitu seleksi yang diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN dan dapat memanfaatkan nilai hasil SBMPTN. “Kita juga membuat persentase kuotanya yang tidak jauh berbeda dengan tahun 2017, yaitu kuota SNMPTN 2018 paling sedikit 30%, SBMPTN 2018 paling sedikit 30%, dan Ujian Mandiri paling banyak 30%,” sambung Karsidi.

Terkait pelaksanannya, SBMPTN 2018 dilakukan berdasarkan ujian berbentuk UTBK dan UTBC. Sementara untuk jalur Seleksi Mandiri, dilaksanakan sendiri oleh masing-masing PTN setelah pengumuman SBMPTN.

“Dalam hal ini Seleksi Mandiri oleh masing-masing PTN salah satunya dapat menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi oleh Panitia Pusat,” kata Karsidi.

Ia menambahkan khusus untuk calon peserta dari kalangan keluarga tidak mampu, dapat mendaftar di Program Bidikmisi. Namun harus mendaftar terlebih dahulu sebagai calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu ke laman http:/bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id.

Ia juga menambahkan, dalam kasus jika terdapat calon yang sudah lulus tetapi tidak melakukan pendaftaran ulang dengan berbagai macam alasan, otomatis calon tersebut dibatalkan kelulusannya. “Itu pasti otomatis batal,” tegas Karsidi.

Pada kesempatan yang sama, Menristek Muhammad Nasir mengharapkan agar proses seleksi masuk PTN 2018 berjalan lancar. Terkait jumlah kuota yang tidak berbeda dengan 2017, disesuaikan dengan kapasitas fasilitas kampus dan jumlah dosen.

“Ini yang jadi pertimbangan. Tentu kalau semua siap, baik dosen maupun fasilitasnya cukup ya kita tambah. Tetapi kondisinya sekarang belum memungkinkan untuk itu,” tukas Nasir.

Ke depan pemerintah akan melakukan terobosan dalam bentuk Pusat Layanan Tes. “Dengan model yang ada sekarang peluang untuk kebocoran soal misalnya masih ada, atau ada data yang salah. Atau ada kejadian misalnya anak-anak yang secara intelektual mampu tetapi tidak lolos. Sehingga dengan adanya pusat tes ini yang kita adu ialah kompetensinya, dan tentu saja hal-hal yang memungkinkan kebocoran tidak terjadi lagi,” ungkap Nasir.

Kepada masyarakat khususnya para calon yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menggunakan layanan informasi resmi melalui laman SNMPTN di http://www.snmptn.ac.id dan http://halo.snmptn.ac.id serta call-center 0804-1-450 -450.

Adapun layanan informasi resmi untuk SBMPTN melalui http://www.sbmptn.ac.id dan http://halo.sbmptn.ac.id dan call-center 0804-1-456-456. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More