Dua Kecamatan di Bekasi Terancam Krisis Bahan Pangan

Penulis: Gana Buana Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 19:26 WIB Megapolitan
Dua Kecamatan di Bekasi Terancam Krisis Bahan Pangan

ANTARA FOTO/Rahmad

PEMERINTAH Kota Bekasi menyatakan sebanyak dua kecamatan di wilayahnya rawan krisis pangan. Ini terjadi lantaran tingginya harga beras di pasaran yang tembus hingga Rp13 ribu untuk jenis beras medium.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen mengatakan, dua wilayah yang rawan kekurangan pangan adalah Bekasi Utara dan Bekasi Barat. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum terbukti, sebab belum ada aduan dari pemerintah wilayah setempat.

"Ini baru pemetaan, kalau harga pangan jenis beras di pasaran tidak kunjung turun maka hal tersebut bisa terjadi," ungkap Alex, Jumat (12/1).

Alex menjelaskan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya mengaku sudah memiliki cadangan beras sebanyak 11,5 ton. Cadangan tersebut akan dibagikan pada warga kurang mampu yang membutuhkan. Tak hanya beras, pemerintah pun juga akan memberikan beberapa bahan lainnya seperti gula dan minyak.

Pemberian bantuan ini, lanjut Alex, bersifat kondisional. Adapun sasaran utamannya adalah warga yang kurang mampu. "Namun sampai saat ini belum ada laporan dari kedua wilayah tersebut."

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Makbullah menyampaikan, untuk membantu warga tetap mendapatkan beras medium dengan harga lebih murah pihaknya telah menggelar operasi pasar. Operasi pasar tersebut dipusatkan di Pasar Baru Kota Bekasi, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur.

“Sudah berjalan sejak Kamis (11/1). Operasi pasar ini terselenggara atas kerja sama dengan Bulog cabang Karawang,” ungkap Makbullah.

Dalam operasi pasar tersebut, lanjut Makbullah, pemerintah menyiapkan satu unit mobil boks untuk menjual beras medium dengan harga yang relatif murah. Apabila di pasaran, harga satu liter beras medium sebesar Rp12 ribu-Rp13 ribu, pihaknya menyiapkan harga jual beras sebesar Rp9.350 per kilogram.

Adapun, tujuan operasi pasar ini masyarakat bisa mendapatkan beras kualitas medium dengan harga jual di bawah harga pasar. “Kami berharap cuaca ektrem pun cepat berlalu agar harga pasaran beras bisa cepat kembali normal,” tukas dia. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More