Pencabutan Pembatasan Motor di Thamrin Dievaluasi Sebulan

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 16:45 WIB Megapolitan
Pencabutan Pembatasan Motor di Thamrin Dievaluasi Sebulan

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

POLISI memberikan waktu satu bulan kepada Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta melakukan evaluasi pasca-dicabutnya peraturan gubernur soal pembatasan sepeda motor di Jalan Sudirman-MH Thamrin Jakarta. Evaluasi dilakukan untuk melihat dampak kemacetan yang ditimbulkan dari penerapan aturan tersebut.

"Akan dilakukan monitoring dan evaluasi, kita kasih limit waktu satu bulan. Apakah dampak daripada putusan itu membawa kemacetan parah apa sebaliknya. Kita pantau satu bulan," kata Kasubdit Standardisasi Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol Kingkin Winisuda di Jakarta, Jumat (12/1).

Jika menimbulkan kemacetan semakin parah, kata Kingkin, tentu harus dilakukan kajian ulang untuk mencari solusi. Apalagi mengingat sepeda motor juga jadi salah satu pelanggar dan penyebab kecelakaan lalu lintas terbanyak.

"Karena sepeda motor produksinya setiap hari luar biasa, kemudian datanya pelanggaran lalin motor mayoritas. Kemudian data laka lantas paling tinggi. Jadi sekali lagi kita berikan asistensi kepada Dirlantas (Polda Metro Jaya) terkait pembatasan sepeda motor. Nanti akan ada kajian sama-sama untuk wujudkan kemanan dan keselamatan lantas di DKI," ucapnya.

Korlantas Polri akan mengasistensi Dishubtrans DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ihwal kemacetan di Jakarta.

"Kami beri atensi khsusus soal kemacetan di Jakarta. Kami telah rapat sama-sama ingin wujudkan kemanan keselamatan, ketertiban," ucapnya (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More