Populasi Orangutan di Hutan Sungai Lesan Terancam

Penulis: Syahrul Karim Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 16:30 WIB Humaniora
Populasi Orangutan di Hutan Sungai Lesan Terancam

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

PEMBABATAN kawasan hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit di sekitar hutan lindung Sungai Lesan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur diduga kuat telah mengancam populasi orangutan Kalimantan subspesies Pongo Pygmaeus Morio.

Survei terbaru menunjukkan bahwa populasi orangutan di dalam kawasan hutan lindung itu terus menurun dari tahun ke tahun.

Ramadhani, Manajer Program Perlingungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP) mengatakan hutan lindung Sungai Lesan yang luasnya mencapai 13.565 ha merupakan habitat penting bagi orangutan dan beraneka jenis satwa liar langka dan dilindungi undang-undang seperti beruang madu, macan dahan, dan rangkok.

"Sayangnya upaya konservasi disabotase oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit sehingga kawasan-kawasan berhutan yang seharusnya menjadi koridor penghubung antara hutan lindung Sungai Lesan dan habitat orangutan lainnya semakin habis," kata Ramadhani, Jumat (12/1).

Ia mengungkapkan pada 8 Juli dan 2 Agustus 2017, COP bersama seksi BKSDAE Kalimantan Timur terpaksa mentranslokasi orangutan di kawasan yang seharusnya menjadi koridor tetapi telah terpotong dengan aktivitas perkebunan kelapa sawit dan pemukiman.

Yang menyedihkan, satu orangutan yang ditemukan 2 Agustus 2017 mengalami luka serius pada bagian kepala. Kemungkinan besar dibacok dengan senjata tajam seperti parang.

"Sebuah upaya terfokus dan serius mutlak diperlukan untuk mempertahankan populasi yang tersisa," tegasnya.

BKSDAE Kaltim diketahui telah melepasliarkan satu orangutan jantan berusia 15 tahun eks rehabilitasi COP pada 16 September 2017.

Pelepasliaran tersebut diikuti dengan pemantauan dan pengamanan kawasan yang melibatkan masyarakat setempat. Setidaknya lima orangutan lagi akan dilepasliarkan di kawasan tersebut.

"Namun demikian, upaya tersebut akan sia-sia jika perusahaan kelapa sawit di sekitar kawasan tidak memiliki niat untuk turut menjaga satwa liar kebanggaan Indonesia ini," tegasnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More