Investasi Sektor Industri Capai Angka Tertinggi

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 16:05 WIB Ekonomi
Investasi Sektor Industri Capai Angka Tertinggi

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

INVESTASI sektor industri mencapai angka tertinggi yakni US$21,6 miliar dengan 256 proyek sepanjang 2017. Angka itu sekitar 50% dari investasi yang masuk sepanjang tahun lalu sebesar US$42,6 miliar dengan 1.054 proyek.

"Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberi kemudahan berbisnis di dalam negeri agar investor meningkatkan penanaman modalnya di Indonesia dalam membangun perekonomian nasional yang lebih inklusif dan berkualitas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya, Jumat (12/1).

Sementara itu, sektor pariwisata menyumbang sebesar US$17 miliar dengan 159 proyek, serta pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) US$1,2 miliar dengan 98 proyek.

Selanjutnya, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) US$1,18 miliar dengan 32 proyek, perdagangan US$0,92 miliar dengan 427 proyek, dan pertanian US$0,27 miliar dengan 22 proyek. Sektor lainnya sebesar US$0,43 miliar dengan 60 proyek.

Airlangga menegaskan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait terus bersinergi meningkatkan daya saing dan daya tarik investasi di sektor industri. Langkah itu antara lain melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kepastian hukum, penggunaan teknologi terkini untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi dan produktivitas, serta pemberian fasilitas berupa insentif fiskal.

Selanjutnya, didukung dengan ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) kompeten, serta kemudahan akses pasar dan pembiayaan. "Pertumbuhan konsumsi juga perlu dijaga dan kembali ditingkatkan agar permintaan terhadap produk-produk industri semakin meningkat," imbuhnya.

Airlangga menargetkan, pada 2018, nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri akan mencapai Rp250,7 triliun.

"Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu, menurutnya, proyeksi investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur pada tahun ini sebanyak Rp352 triliun.

"Dengan adanya investasi di sektor industri, tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari ekspor. Oleh karena itu industri menjadi penunjang utama dari target pertumbuhan ekonomi," paparnya. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More