Hari Ini, KPK periksa Tamsil Linrung untuk Kasus KTP-E

Penulis: Micom Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 11:53 WIB Polkam dan HAM
Hari Ini, KPK periksa Tamsil Linrung untuk Kasus KTP-E

ANTARA/Sigid Kurniawan

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, memeriksa politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-E).

"Tamsil Linrung akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (12/11), seperti dilansir Antara.

Tamsil sudah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Sebelumnya, Tamsil sempat tidak memenuhi panggilan KPK pada 4 Januari 2018.

Dalam dakwaan terhadap mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto, Tamsil disebut menerima aliran dana proyek KTP-E.
Tamsil yang merupakan mantan Wakil Ketua Banggar DPR saat itu menerima sejumlah US$700 ribu.

Sementara itu, Febri mengungkapkan pemeriksaan sejumlah anggota DPR maupun mantan anggota DPR dalam penyidikan kasus KTP-E ialah untuk menggali peran mereka dalam proses pembahasan anggaran KTP-E saat itu.

"Tentu kami lihat posisi dan peran mereka di Badan Anggaran tersebut sampai anggaran KTP-E itu disetujui, baik disetujui untuk tahap pertama ataupun penambahan dalam ruang lingkup kasus yang kami sidik dengan tersangka Markus Nari ini. Itu yang kami dalami lebih lanjut dan juga peristiwa-peristiwa lainnya yang relevan," tuturnya.

Markus Nari adalah salah satu anggota DPR yang disebut dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Dalam dakwaan disebutkan guna memperlancar pembahasan APBN-P tahun 2012 tersebut, sekitar pertengahan Maret 2012 Irman dimintai uang sejumlah Rp5 miliar oleh Markus Nari selaku anggota Komisi II DPR.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Irman memerintahkan Sugiharto meminta uang tersebut kepada Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S Sudiharjo yang merupakan anggota konsorsium PNRI. Anang hanya memenuhi sejumlah Rp4 miliar yang diserahkan kepada Sugiharto di ruang kerjanya.

Selanjutnya Sugiharto menyerahkan uang tersebut kepada Markus Nari di restoran Bebek Senayan, Jakarta Selatan. Namun dalam sidang 6 April 2017 lalu, Markus yang menjadi saksi dalam sidang Irman dan Sugiharto membantah hal tersebut. Saat ini KPK juga telah menetapkan Markus Nari
sebagai tersangka dalam dua kasus terkait tindak pidana korupsi pengadaan KTP-E.

Pertama, Markus Nari diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung pemeriksaan di sidang pengadilan. Markus juga diduga dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap Miryam S Haryani dalam kasus indikasi memberikan keterangan tidak benar di Pengadilan Tipikor pada persidangan kasus KTP-E. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More