Modernisasi Airnav Kerek Kapasitas 109 Bandara di Papua

Penulis: Jessica Sihite Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 11:38 WIB Ekonomi
Modernisasi Airnav Kerek Kapasitas 109 Bandara di Papua

ANTARA/Yudhi Mahatma

PERUSAHAAN Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau Airnav Indonesia melakukan modernisasi layanan navigasi di Papua.

Modernisasi navigasi itu meliputi peningkatan layanan menjadi radar service, impelementasi radar sintetis berbasis satelit atau automatic dependent surveillance-broadcast (ADS-B) dan penerapan prosedur performance-based navigation (PBN).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan transportasi udara merupakan moda utama di Papua. Tercatat, dari 283 bandara yang dilayani Airnav di seluruh Indonesia, sebanyak 109 di antaranya berada di Papua. Karena itu, modernisasi layanan navigasi dirasa perlu dilakukan guna meningkatkan kapasitas penerbangan.

"Harapannya, melalui program ini konektivitas udara di wilayah Papua meningkat sehingga turut menunjang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Rini saat meresmikan modernisasi layanan navigasi penerbangan di Papua di Kantor AirNav Indonesia Cabang Sentani, Papua, Jumat (12/1).

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto menjelaskan terdapat beberapa BUMN yang terlibat di dalam program modernisasi layanan navigasi penerbangan tersebut. Airnav Indonesia menggunakan ADS-B yang dikembangkan oleh BPPT yang diproduksi oleh PT INTI.

"ADS-B ini telah tersertifikasi oleh Kementerian Perhubungan," kata Novie.

Sebanyak tujuh ADS-B yang dipasang di beberapa wilayah Papua dan ditempatkan di lahan milik Bank Mandiri, BRI dan BNI. Nilai investasi yang digelontorkan untuk pemasangan ADS-B mencapai sekitar Rp35 miliar.

Novie berharap modernisasi navigasi melalui ADS-B bisa meningkatkan kapasitas penerbangan di Papua sehingga konektivitas semakin lancar. "Sesuai amanah Pak Presiden Jokowi dalam Nawacitanya, kita harus memperhatikan daerah terluar," imbuhnya. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More