Menteri BUMN: Pembangunan Kereta Cepat Dimulai Lagi Pekan Depan

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 11:10 WIB Ekonomi
Menteri BUMN: Pembangunan Kereta Cepat Dimulai Lagi Pekan Depan

ANTARA/M. Irfan Ilmie

SETELAH sempat tertunda beberapa kali, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kini dicanangkan kembali. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan akan dimulai pada pekan depan yang diawali dengan pembangunan terowongan di Halim, Jakarta Timur.

"Sekarang alhamdulillah (pembebasan) lahan yang di Halim sudah selesai, minggu lalu pembayaran ke masyarakat sudah selesai, jadi targetnya minggu depan sudah mulai pembangunan di Halim," ujar Rini usai kunjungan kerja di Indramayu, Kamis (11/1).

Sebelum rencana pembangunan tersebut, Rini mengakui jika proyek kereta cepat minta dievaluasi oleh Presiden Jokowi melalui Menko Maritim Luhut Pandjaitan. Alasannya karena tidak ada pembangunan yang berarti sejak groundbreaking pada 2016 lalu.

Meski demikian, Rini memastikan proyek kereta cepat tetap berjalan. Adanya kendala selama ini, lebih disebabkan masalah teknis terkait pembangunan terowongan di Halim yang merupakan bagian paling rumit.

Ia mengungkapkan berdasarkan masukan dari berbagai pihak, lebih baik pembangunan di bagian lain kereta cepat yang bisa lebih cepat tidak dilakukan dulu sebelum terowongan di Halim selesai.

"Karena terowongan di Halim paling rumit memakan waktu 26 bulan untuk membangun, jadi partner kita katakan 'buat apa kita bangun yang lain yang lebih cepat tapi tunnel di Halim tidak selesai', karena kalau sekarang tarik pinjaman buat apa nanti bayar bunganya jadi lama," tukasnya.

"Partner kita ingatkan selama item yang paling lama dibangun belum dimulai lebih baik jangan bangun yang lain karena costnya mahal, kan enggak mungkin kereta cepat bisa jalan kalau terowongan di Halim belum selesai," imbuhnya.

Akan tetapi, dengan adanya rencana pembangunan pekan depan, ia mengaku pinjaman dari China Development Bank (CBD) akan segera cair sebelum akhir Januari sebesar US$500 juta.

"Tinggal promissory note-nya (surat kesanggupan pinjaman) finalisasi antara lawyer kita dan lawyer mereka insya Allah sebelum akhir bulan kita tarik. Kita rencanakan US$500 juta dulu," pungkasnya. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More