Bandar Sabu Asal Malaysia Didor

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 10:15 WIB Megapolitan
Bandar Sabu Asal Malaysia Didor

ANTARA/Puspa Perwitasari

SALAH satu bandar sabu asal Malaysia berinisial LTW ditembak mati oleh Reserse Narkoba Polda Metro Jaya lantaran melawan saat akan ditangkap.

Pelaku yang turut andil dalam mengantar sabu 10 kg dari Malaysia melalui Medan itu ditangkap petugas di area perparkiran Hotel Pullman Central Park Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Pelaku pun dibawa ke RS Polri Kramat Jati, tetapi meninggal dunia dalam perjalanan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo Nainggolan mengatakan pengungkapan berawal dari informasi pada Senin (8/1) bahwa ada transaksi sabu dalam jumlah besar di Lantai 9 Hotel Boutiqe, Jalan S Parman, Tomang, Jakarta Barat.

Dari penggerebekan dibekuk satu pelaku lain berinisial PG, WN Indonesia.

Dari tangan PG, didapati barang bukti sabu 10 kg dalam kemasan bungkus teh asal Tiongkok, bermerek Guanyimang.

"Pengembangan kami lakukan yang kemudian mengarah ke pelaku kedua, yakni seorang warga negara Malaysia berinsial LTW," ujar Suwondo di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, kemarin.

LTW mengaku bersama pelaku PG membawa sabu dari Medan dan Malaysia atas perintah dari seseorang berinisial UN, WN Malaysia.

Dari hasil pemeriksaan pula diketahui kedua pelaku berhasil menyusupkan sabu 10 Kg dari Medan ke Jakarta pada 29 Desember 2017.

Barang haram itu dibawa pelaku PG melalui perjalanan darat dengan bus antarkota.

"Sementara si LTW naik pesawat ke Jakarta," ujar Suwondo.

Saat tiba di Jakarta, keduanya kembali bertemu di sebuah hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Setelah itu, keduanya pindah hotel untuk penyimpanan sabu di Hotel Boutiqe Tanjung Duren.

Di hotel itu, kejahatan mereka tercium oleh aparat kepolisian.

Merebut senjata

Dalam proses pengembangan lebih lanjut, polisi membawa tersangka LTW hingga ke kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

LTW melakukan perlawanan dan berusaha merebut senjata petugas, tetapi gagal.

Pelaku berupaya melarikan diri dan sempat kabur beberapa puluh meter dari jangkauan petugas.

"Saat (PG) mau lari itu, kami tindak tegas," ujar Suwondo.

Tembakan polisi tepat mengenai punggung LTW dan menembus ke dada.

Seketika LTW ambruk tersungkur, tapi masih bernapas.

Petugas langsung membawa pelaku ke RS Polri Kramat Jati. Sayang, pelaku mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan.

Hingga kini polisi sudah mengamankan barang bukti sabu 10 kg dan pelaku berinisial PG warga negara Indonesia yang terlibat dalam penyelundupan.

Selain itu, petugas menyita paspor atas nama PG dan LTW, serta dua telepon seluler.

Atas perbuatan tersebut, PG kini masih dalam pemeriksaan lebih mendalam dan dikenai Pasal 112 dan 114 KUHP tentang penyalahgunaan dan peredaran zat terlarang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara seumur hidup sampai dengan hukuman mati. (Aya/J-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More