Rp100 Miliar untuk Riset Dasar

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 10:00 WIB Humaniora
Rp100 Miliar untuk Riset Dasar

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

DANA Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) bersama Newton Fund akan menyalurkan dana senilai 5,5 juta pound sterling (sekitar Rp100 miliar) untuk 11 proyek riset dasar kolaboratif Indonesia-Inggris dengan topik-topik prioritas, seperti demam berdarah, tuberkulosis, restorasi gambut, dan penanggulangan kebakaran hutan.

Penyaluran dana itu akan dilakukan selama 2-3 tahun ke depan.

Ke-11 proyek riset tersebut dipilih dari sekitar 50 proposal yang telah diseleksi secara bersama oleh para peneliti dari Indonesia, lnggris, dan lembaga internasional lain.

"Proyek riset kolaboratif antara peneliti Indonesia dan Inggris ini merepresentasikan proyek riset dasar yang berpotensi di bidang masing-masing," ujar Direktur Eksekutif DIPI, Teguh Rahardjo, di Jakarta, kemarin.

DIPI merupakan badan otonom di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

DIPI dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden pada 2016 dengan tujuan mendanai penelitian kelas dunia untuk dalam rangka meningkatkan daya saing nasional di ranah global.

Pendanaan DlPI didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di bawah Kementerian Keuangan.

Pada kesempatan sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik, mengatakan pemerintah Inggris melalui program Newton Fund mendukung penelitian dasar yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia.

"Kami berharap 11 proyek penelitian kolaboratif ini dapat menjadi contoh bagaimana penelitian dasar dapat mendukung pembangunan. Di Inggris kami sangat mendorong pengembangan penelitian dasar."

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang turut hadir mengatakan pemerintah menargetkan dana abadi (sovereign wealth fund) mencapai Rp100 triliun dalam 10 tahun mendatang.

Saat ini pemerintah memformulasikan alokasi pemanfaatan dana abadi untuk sektor pendidikan, termasuk menyokong pembiayaan penelitian dasar. (Tes/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More