Baru Delapan Cabor Tanda Tangani MoU

Penulis: Nurul Fadillah fadillah@mediaindonesia.com Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 05:31 WIB Olahraga
Baru Delapan Cabor Tanda Tangani MoU

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta induk cabang olahraga (cabor) menandatangani nota kesepahaman (MoU) terakhir hari ini. Dengan semakin cepat penandatanganan MoU, akan semakin cepat pula proses pencairan anggaran pelatihan nasional persiapan Asian Games 2018.Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, mengatakan sejauh ini baru delapan cabang olahraga yang sudah menandatangani Mou. Cabor tersebut terdiri atas bola tangan, angkat besi, pencak silat, paralayang, rugbi, sepatu roda, bulu tangkis, dan balap sepeda.

“Kalau bisa 15 Januari akan diberi sebagian anggaran kepada cabor yang sudah tanda tangan MoU terlebih dahulu khususnya honor dan akomodasi. Jadi, biar itu sebagai pemicu kami serius ingin membantu induk cabor,” ujar Mulyana saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta Kamis (11/1). Mulyana menegaskan, bagi cabor yang tidak datang dan menandatangani MoU, kese­riusan mereka untuk menghadapi ajang Asian Games 2018 jelas dipertanyakan.
Kemenpora pun tidak segan-segan untuk tidak mengucurkan bantuan anggaran pelatnas kepada cabor yang menolak untuk MoU pada hari ini.

Sementara itu, bagi cabor yang menandatangani MoU hari ini, proses pencairan anggaran akan secepatnya dilakukan. “Secepatnya kami akan berusaha karena kalau sistem keuangan sudah selesai dan sudah ada MoU dengan cabor maka akan dilarikan ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN),” jelas Mulyana. “Di KPPN itu proses paling lama seminggu kalau tidak ada masalah bahkan bisa tiga hari karena ini paket kilat demi Asian Games 2018,” ujar Mulyana. “Tapi, kalau memang tak datang juga maka kami meng­anggap cabor sudah ada uang dan kalau memang demikian maka tidak akan kami berikan dana bantuan kepada mereka,” tegas Mulyana.

KONI turut mengawasi
Sebelumnya, pemerintah menyediakan anggaran Rp735 miliar yang dibagikan untuk 39 cabor dan juga Komite Paralimpiade Nasional (NPC). Dari anggaran tersebut, untuk cabor akan disediakan dana Rp600 miliar, sedangkan NPC diberi Rp135 miliar.
Mulyana pun menjelaskan akan ada dana tambahan yang diberikan kepada nomor-nomor prioritas medali. Dana Rp70 miliar akan ditambahkan untuk kepentingan persiapan Asian Games 2018.

“Jadi, dana total itu Rp735 miliar ditambah Rp70 miliar menjadi Rp805 miliar. Dari Rp70 miliar, Rp20 miliar diperuntukkan uji coba cabor, sedangkan Rp50 miliar lainnya untuk kontingen seperti Chef de Mission dan sebagainya,” tambahnya. Dalam persiapan Asian Games 2018, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat turut bertugas mengawasi, mendampingi, dan meng­evaluasi semua cabor. Wakil Ketua Umum KONI, Ekawahyu Kasih, menjelaskan pihaknya akan mengawasi secara ketat apakah kegiatan dan program yang dilakukan cabor sesuai dengan proposal atau tidak.(Rul/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More