Stefer Ditempa dengan Keras di Pulau Dewata

Penulis: (Beo/R-4) Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 05:01 WIB Olahraga
Stefer Ditempa dengan Keras di Pulau Dewata

Ist

PETARUNG Indonesia Stefer Rahardian kini sedang fokus berlatih di Kuta, Bali. Latihan itu jadi persiapan Stefer untuk mengikuti One Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 20 Januari. Stefer memilih Bali sebagai lokasi pemusatan latihan bukan tanpa alasan. Dia menilai Bali sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia serta memiliki program latihan yang sesuai dengan harapan petarung di level One Championship. “Di sini pelatihnya bagus. Begitu juga dengan banyak lawan untuk sparing partners. Latihan di Bali merupakan lanjutan dari latihan yang selama ini saya lakukan di Jakarta,” kata Stefer di sela latihan di Bali, Kamis (11/1).

Pada laga One Championship 2018, Stefer akan bertan-ding melawan petarung asal Pakistan, Muhammad Imran. Menurut Stefer, Imran bukanlah lawan ringan. Karena itu, Stefer membutuhkan teknik yang bisa mengalahkan lawannya. Dalam dua bulan terakhir, Stefer mengaku terus mendapatkan program latihan yang ketat mulai Brazilian jiu jitsu, gulat, tinju, hingga muaythai. Namun, saat ini dirinya fokus memperbaiki teknik jiu jitsu dan gulat.

“Gulat memang menjadi fokus saya untuk diperbaiki. Kami sudah setahun belajar jika lawan juga bagus di gravel. Makanya saya te­rus berusaha memperbaiki kekurangan,” kata petarung asal Jakarta itu. Selama di Bali, Stefer memang mendapatkan rekan tanding dengan kualitas tidak kalah bahkan lebih tinggi kelasnya. Tidak hanya dari Indonesia, petarung yang pernah cedera pada awal karier profesionalnya itu juga mendapatkan rekan tanding dari Malaysia dan Amerika Latin. “Kemenangan memang target saya karena kemenangan sangat penting bagi karier saya di ajang tarung bebas internasional,” ucap Stefer.(Beo/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More