Marsya Gusman Kampanye Internet Bersih

Penulis: Denny@mediaindonesia.com Denny Parsaulian Sinaga Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 00:33 WIB Selebritas
Marsya Gusman Kampanye Internet Bersih

Dok MI

Menjadikan seluruh warga Indonesia lebih produktif dan kreatif lewat internet merupakan salah satu misi Miss Internet Indonesia 2017, Marsya Gusman. Perempuan kelahiran Jakarta, 3 Februari 1993 ini juga aktif mengampanyekan slogan 'internet bersama, yakni bersih, selektif, aman di Indonesia. "Saya mengajak anak-anak muda dan ibu-ibu untuk aktif berinternet karena dari sana ibu-ibu bisa menambah penghasilan keluarga," kata Marsya yang merupakan lulusan bisnis manajemen dari Deakin University di Melbourne, Australia.

Sebagai Miss Internet Indonesia 2017, Marsya Gusman menjadikan kontes ini sebagai loncatan penting di karier dan kehidupannya. "Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat mengemban tugas sebagai Miss Internet Indonesia,”tandasnya.
Dia memaparkan dewasa ini banyak anak-anak yang sudah berinteraksi lewat media sosial atau medsos. Dalam hal ini, peran orangtua dalam keluarga amat penting agar anak anak terhindar dari cyber crime dan cyber bully. Marsya pun memberikan edukasi tentang sejumlah aplikasi bagi para orangtua agar dapat mengawasi dan mengontrol anak anaknya dalam berinternet.

"Yang paling penting ialah peran orangtua dalam keluarga. Karena itu, sosialisasinya tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada orangtua. Saya sampaikan kepada mereka aplikasi-aplikasi apa saja yang dapat diakses dan juga untuk parenting. Aplikasi pengawasan bagi orangtua juga kami beri tahu agar mereka memiliki kontrol yang baik pada anaknya, tetapi tetap bisa membuat anaknya ceria dengan teknologi," jelas anak pertama dari pasangan Ardino Gusman dan Meilza Gusman ini.

Laporkan hoaks

Marsya juga mengingatkan agar tidak sembarangan menyebar berita yang diteruskan orang lain yang malah menjebak pengguna internet atau medsos dalam jebakan hoaks. "Kita harus think before we share atau berpikir sebelum membagikan pada yang lain. Jadi sebelum membagikan kita harus teliti dulu jangan langsung dibagikan. Apalagi sekarang banyak click bait (umpan klik). Sebaiknya baca dulu kontennya seperti apa lalu koreksi apakah ada berita yang rancu. Jangan dibagikan jika itu suatu propaganda. Jika menemukan berita hoaks laporkan ke website turnbackhoax.com,” tegasnya.

Ia menjelaskan situs website turnbackhoax.com merupakan situs berisi basis data tentang berita-berita hoaks. Para pengguna internet atau medsos dapat melaporkan dan mengeceknya melalui website tersebut. Marsya juga mempunyai pesan penting bagi pembully. "Lebih baik kita fokus pada orang-orang di sekitar yang memotivasi dan meng-empower. Hati-hati jangan diisi dengan energi negatif,”tukasnya.

Seperti diketahui, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah menggelar Pemilihan Miss Internet Indonesia. Miss Internet 2018 menjadi ajang mengampanyekan penggunaan internet kreatif dan cerdas, menggabungkan kontes kecantikan dengan intelektualitas di bidang teknologi.

Pemenang kontes juga akan menjadi duta untuk meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri. Pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 akan dimulai dengan pencarian finalis di 12 kota wilayah APJII pada September-Oktober 2018 yang diawali di Medan dan Batam, selanjutnya Balikpapan, Lampung, Bali, Pekanbaru, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Jakarta-Banten. Dua peserta akan dipilih mewakili tiap wilayah untuk mengikuti grand final di ICE BSD pada 3 November 2018. Pemenang akan menjadi duta APJII selama setahun dan berhak menerima uang pembinaan dan sponsor. (H-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More