Karya Tanah Air Berlaga di Pasar Global

Penulis: Retno Hemawati Pada: Kamis, 11 Jan 2018, 23:01 WIB BIG CIRCLE
Karya Tanah Air Berlaga di Pasar Global

MI/ADAM DW

PESATNYA perkembangan dunia digital seperti saat ini menjadikan para pelaku usaha kreatif terus berlomba menggali ide untuk bisa menjadi yang terdepan. Tersedianya akses digital yang berkembang tentunya mendorong generasi muda bangsa untuk dapat menguasai berbagai bidang seperti domain internet, permainan atau aplikasi gim, dan aplikasi lain yang berbasis investasi. Program Big Circle Metro TV mencoba menghadirkan layar televisi Anda dengan cerita menarik dari beberapa kelompok remaja kreatif yang memiliki karya-karya digital dengan menyisipkan nama Indonesia untuk konsumsi panggung nasional juga mancanegara.

Kali ini yang akan dibahas adalah Modalku, Dreadout, dan Merahputih.id. Modalku, adalah platform peer to peer lending yang ditujukan khusus bagi usaha kecil menengah (UKM). Di dalamnya, para peserta UKM bisa mendapatkan pendanaan usaha dengan jumlah yang tidak kecil. Ide Modalku berawal dari pertemanan Reynold Wijaya dan Kelvin Theo sejak sama-sama menuntut ilmu di Harvard Business School. Theo merupakan warga negara Malaysia, namun lama tinggal di Singapura. Dia melihat skema bisnis peer to peer lending sudah sangat melekat di Singapura.

Setelah mencoba menjalankan Modalku di Singapura, kedua sahabat ini terpikir untuk mendirikan peer to peer lending di Indonesia. arget peminjamnya adalah UKM. Sebab, UKM merupakan tonggak perekonomian Indonesia. Potensi UKM sangat besar, namun banyak KM yang mengalami kendala untuk berkembang. Salah satunya lantaran minim akses permodalan. Berdasarkan data Modalku yang dikutip dari perbankan, kebutuhan pendanaan UKM di Indonesia sebesar Rp1.700 triliun. Namun baru Rp700 triliun yang mampu disalurkan perbankan.

Hal tersebut karena melihat tingkat risiko peminjam. Di sini, Modalku berperan sebagai alternatif pendanaan selain perbankan. Masih ada Rp1.000 triliun pendanaan yang belum tersalurkan kepada UKM. Bagi para UKM, persyaratan meminjam uang minimal dia telah menjalankan usaha selama 1 tahun. Adapun omzet minimum UKM adalah Rp20 juta per bulan. Sementara bagi investor, mendapatkan imbal hasil rata-rata 15% hingga 17% per tahun. Dengan kekuatan sumber pendanaan yang didapat dari para donatur, orang tersebut bisa menjadi investor tentu saja dengan pilihan tingkat risiko sebagai pilihan di awal sebelum menanamkan modal aplikasi ini.

Sementara besaran investasi terendah sekitar Rp1 juta. Ketentuan yang mudah, membuat Modalku terus berkembang bukan hanya di Indonesia, tetapi juga telah merambah secara regional ke negara asia lainnya seperti Malaysia dan Singapura. Acara yang berdurasi selama satu jam ini dipandu pembawa acara Andy F Noya bersama pembawa acara pendamping Amanda Zevannya. Keduanya asyik berdiskusi bersama para narasumber yaitu Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan dari CEO Modalku, Rachmat Imron, Founder/CEO Digital Happiness, Azhari Purnomo-CTO Merahputih.Id, dan Ardiq Ghenatya - Development Manager Merahputih.Id. Selain itu acara juga bakal diramaikan oleh para mentor ahli seperti Billy Boen-CEO, Founder Young On Top, dan Arto Soebiantoro, Founder Gambaran Brand yang banyak memberikan banyak insight kepada narasumber. (H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More