Keangkeran Santiago Bernabeu Menyusut

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Kamis, 11 Jan 2018, 19:11 WIB Olahraga
Keangkeran Santiago Bernabeu Menyusut

AFP

BURUKNYA penampilan Real Madrid di kandangnya sendiri menimbulkan kecemasan akan perjalanan mereka di Copa del Rey.

Klub elite Spanyol ini memang lolos ke babak delapan besar Copa del Rey setelah bermain imbang 2-2 dengan tamunya Numancia di leg kedua, Kamis (11/1) dini hari.

Skor imbang sudah cukup bagi Madrid melenggang ke babak selanjutnya, karena telah menyimpan kemenangan 3-0 sebelumnya. Skor agregat 5-2 menjadi hasil akhir duel keduanya.

Akan tetapi fokus saat ini bukan pada sukses ke perempat final Los Blancos, julukan Real Madrid, di Copa del Rey, melainkan buruknya penampilan tim di kandang. Santiago Bernabeu tidak lagi terasa angker bagi lawan.

Sejak musim 2017/18 dimulai, Real Madrid sudah tergelincir sebanyak tujuh kali. Lima kali ditahan imbang termasuk saat melawan tim lemah seperti Fuenlabrada dan Numancia. Sisanya kekalahan di tangan Real Betis dan Barcelona. Catatan ini menjadi tanda bahaya bagi Madrid apalagi rekor tersebut didapat saat musim baru setengah berlalu.

Winger Real Madrid Lucas Vazquez mengakui kondisi tim ada yang keliru. Ia pun blak-blakan menyebut klub yang telah mengoleksi 12 gelar Liga Champions Eropa ini tengah tercerai berai.

"Tim tiba-tiba merasa tidak menyatu, sulit untuk dijelaskan. Kami harus mengoreksi kesalahan kami. Penting untuk keluar dari momen buruk untuk fokus pada hal baik," ungkap Vazquez.

Pesepak bola berusia 26 tahun ini memborong dua gol timnya dalam laga ini. Gol pertama ia lesatkan pada menit ke-10, sedangkan gol kedua satu menit sebelum laga berjalan satu jam. Namun, usaha Vazquez untuk mengunci kemenangan dibalas Guillermo Fernández dengan gol di menit 45 dan 82.

Situasi ini juga membuat kepercayaan publik Real Madrid kepada Zinedine Zidane semakin menipis. Keajaiban meraih lima trofi berbeda pada 2017, seakan sulit diulang kembali tahun ini. Namun, pelatih Prancis ini tidak mengkhawatirkan soal masa depannya.

"Saya hanya berpikir laga per laga, tahun per tahun. Saya tidak dapat berpikir soal dua atau tiga tahun seterusnya, karena seperti Anda tahu bahkan saat punya kontrak, itu tidak berarti apa-apa," jelasnya.

Di partai lain, Villarreal harus tersingkir di babak yang sama setelah kalah agregat 2-2 dari lawannya Leganes. The Yellow Submarine, julukan Villarreal, menyerah karena aturan gol tandang meski di leg kedua menang 2-1. (AFP/OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More