Petahana Wali Kota Malang Kurang Syarat

Penulis: Bagus Surya Pada: Rabu, 10 Jan 2018, 15:56 WIB Nusantara
Petahana Wali Kota Malang Kurang Syarat

Ilustrasi

BAKAL calon pasangan petahana Wali Kota Malang, Jawa Timur, Mochamad Anton, mendaftar perdana di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Rabu (10/1). Anton mendaftar bersama pasangannya yang juga calon Wakil Wali Kota, Syamsul Mahmud diusung PKB, PKS, Gerindra, Perindo.

"Masih banyak kekurangan," tegas Anggota KPUD Malang, Ashari Husein kepada wartawan, Rabu (10/1).

Hal itu terungkap setelah petugas menerima sekaligus mengecek detail kelengkapan syarat pendaftaran bapaslon itu. Hasil pengecekan, masih perlu perbaikan atau harus melengkapi persyaratan hingga batas waktu 18-20 Januari mendatang.

Kendati masih ada kekurangan, pihaknya tetap menerima pendaftaran bapaslon Mochamad Anton-Syamsul Mahmud.

"Print out tanda terima persyaratan sementara sudah kami serahkan kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Adapun kekurangan persyaratan itu, yakni pas foto, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), surat keputusan pengadilan sedang tidak dicabut hak pilihnya.

Selain itu, belum ada surat keputusan pengadilan tidak memiliki tanggungan hutang yang merugikan keuangan negara dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Kami tegaskan tanda terima tetap diberikan. Seluruh berkas (sementara) sudah saya terima. Kekurangan agar dilengkapi pada 18-20 Januari, jam kantor," tuturnya.

Apabila setelah tanggal 20 Januari mendatang tidak melengkapi persyaratan, maka KPUD tidak bisa menetapkan pasangan calon untuk mengikuti pilkada.

"Setelah pendaftaran, jadwal selanjutnya tes kesehatan psikologis disusul pemeriksaan medis di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang," katanya.

Ashari mengungkapkan, pasangan lainnya yang juga mendaftar yakni Ya’qud Ananda Gudban dan Achmad Wanedi diusung Hanura, PAN, PPP, PDIP dan Nasdem. Selain itu, Sutiaji dan Sofyan Edy Jarwoko diusung Partai Demokrat dan Golkar.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More