Syafruddin Temenggung Kini Irit Bicara

Penulis: Dro/*/P-4 Pada: Rabu, 10 Jan 2018, 11:06 WIB Polkam dan HAM
Syafruddin Temenggung Kini Irit Bicara

ANTARA/WAHYU PUTRO A

KPK memperpanjang masa penahanan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT) yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari. Mulai 9 Januari hingga 18 Februari 2018 untuk tersangka SAT," terang juru bicara lembaga antirasywah Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, kemarin.

Penyidik KPK sebelumnya menahan SAT selama 20 hari ke depan di Rutan Klas I Jakarta Timur setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada 21 Desember 2017.

Dalam kasus ini, KPK sudah memeriksa 71 saksi. Mulai dari advokat, Direktur Keuangan PT Tunas Sepadan Investama, Mantan Sekretaris Wakil Ketua BPPN, Direktur PT Gajah Tunggal, mantan Menteri Keuangan, serta Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK).

Syafruddin diperiksa penyi-dik KPK kemarin. Ia tidak berkomentar saat ditanya wartawan terkait kasus yang menjeratnya.

Pada pemeriksaan sebelumnya, Syafruddin menyebut nama mantan menteri keuangan. "Saya sudah serahkan hak tagih Rp4,8 triliun kepada Menteri Keuangan Pak Boediono tahun 2004," ungkap Syafruddin di Gedung KPK pada Kamis (4/1) lalu.

SKL BLBI diterbitkan berdasarkan Inpres Nomor 8 Tahun 2002 tentang Pemberian Jaminan Kepastian Hukum kepada Debitur yang Telah Menyelesaikan Kewajibannya atau Tindakan Hukum kepada Debitur yang tidak Menyelesaikan Kewajibannya Berdasarkan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham.

Syafruddin diduga mengusulkan pemberian SKL kepada Sjamsul selaku pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia. Syafruddin mengusulkan SKL disetujui KKSK dengan melakukan perubahan atas proses ligitasi kewajiban obligor.

Lembaga antirasywah memperkirakan kerugian negara mencapai hingga Rp 3,7 triliun akibat perbuatan lancung Syaf-ruddin.(Dro/*/P-4 )

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More