Polusi Udara dan Kelahiran Prematur

Penulis: Australia Plus/Hym/X-5 Pada: Rabu, 10 Jan 2018, 07:24 WIB Sela
Polusi Udara dan Kelahiran Prematur

Duta

ILMUWAN mengingatkan bahwa partikel polusi udara sangat kecil yang disebabkan pembakaran batu bara atau asap kendaraan bermotor terkait dengan meningkatnya risiko kelahiran prematur. Studi terbaru, yang meneliti lebih dari 1 juta kelahiran di seluruh Tiongkok, ialah yang pertama yang mempertimbangkan dampak partikel polusi terkecil (PM1) terhadap kelahiran prematur.

Peneliti Yuming Guo, dari Monash University, mengatakan penelitiannya fokus pada partikel berdiameter lebih kecil daripada 1 mikron. Dia menemukan peningkatan partikel PM1, bahkan hanya sebesar 10 mikrogram, ternyata juga terkait dengan peningkatan 9% dari kelahiran prematur. Ketika konsentrasinya meningkat hingga lebih dari 50 mikrogram, peluang kelahiran prematur melonjak hingga lebih dari sepertiga.

Menurut Profesor Peter Sly dari Universitas Queensland, walau itu terlihat kecil, dampak polusi pada kelahiran prematur bisa signifikan.(Australia Plus/Hym/X-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More