Penumpang Kereta Api Naik 11% Sepanjang 2017

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Selasa, 09 Jan 2018, 12:10 WIB Ekonomi
Penumpang Kereta Api Naik 11% Sepanjang 2017

ANTARA FOTO/Jafkhairi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan lonjakan penumpang sebesar 11% pada 2017. Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengungkapkan, sepanjang tahun lalu, KAI berhasil mengangkut sekitar 389 juta penumpang, melebihi target yang dicanangkan yakni 373 juta penumpang. Jumlah tersebut juga jauh di atas capaian pada 2016 yang hanya sebanyak 352 juta penumpang.

Khusus untuk masa liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, peningkatan penumpang juga dicatatkan KAI. Sepanjang pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru yang dimulai pada 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018, KAI mengangkut 4.853.564 penumpang. Sementara, pada periode sebelumnya hanya 4.611.472 penumpang.

Pada tahun ini, puncak masa angkutan Natal dan Tahun Baru terjadi pada 1 Januari 2018 dengan jumlah penumpang sebanyak 334.318 orang. Sementara peningkatan okupansi dicatatkan oleh Kereta Api Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung. KA tersebut melakukan 13 perjalanan pergi pulang atau 26 nomor KA dengan keterisian penumpang rata-rata 97,48% di setiap perjalanan.

Edi menyebutkan peningkatan-peningkatan yang terjadi pada tahun ini terjadi karena masyarakat mulai tertarik untuk menggunakan moda transportasi kereta api dan meninggalkan kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi.

Berdasarkan data KAI, untuk wilayah Jabodetabek, pada dua tahun lalu, rata-rata penumpang kereta api per hari hanya 500 ribu orang. Sementara, pada 2017, jumlah penumpang mencapai 1,07 juta per hari.

Ditambah lagi terdapat beberapa ruas jalan yang saat ini tengah sulit dilalui karena adanya proyek pembangunan infrastruktur seperti pada jalur tol yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

"Proyek itu menimbulkan kemacetan panjang sehingga masyarakat memilih untuk beralih ke moda transportasi kereta api," tutur Edi di Jakarta, Selasa (9/1).

Dengan bertumbuhnya jumlah penumpang, kinerja keuangan KAI jelas mengalami kenaikan. Edi menyebutkan perseroan pada 2017 berhasil membukukan laba bersih di kisaran 20%.

"Untuk rinciannya besok kami sampaikan setelah RUPS," ucapnya.

Guna terus menigkatkan jumlah penumpang, ia pun mengatakan pihaknya telah siap untuk mereaktivasi jalur Cianjur-Padalarang.

Dengan begitu, lanjutnya, para penumpang yang berasal dari Bogor tidak perlu ke Jakarta terlebih dulu jika ingin menuju Bandung.

"Sekarang dari Bogor ke Sukabumi dan berhenti di Cianjur. Berhenti di situ. Padahal treknya ada ke Padalarang dan bisa langsung ke Bandung. Saat ini kami sedang kerjakan, berkolaborasi dengan PT PP," tandasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More