PP Properti Fokus Kembangkan Lahan Existing

Penulis: Administrator Pada: Selasa, 09 Jan 2018, 10:40 WIB Properti
PP Properti Fokus Kembangkan Lahan Existing

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

PP Properti Tbk berencana menjadikan tahun ini sebagai harvesting year atau fokus pada pengembangan land bank yang telah dimiliki.

Menurut Direktur Utama emiten berkode PPRO tersebut, Taufik Hidayat, paling tidak ada 26 lokasi proyek yang akan siap dikembangkan tahun ini. Lokasi tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia, antara lain Cibubur, Depok, Semarang, Bandung, dan Surabaya.

"Belanja modal pada 2018 hanya sekitar Rp1,8 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk bayar cicilan land bank. Kalaupun ada utang sifatnya hanya untuk refinancing. Dengan begitu, rasio keuangan akan terkendali, dengan utang berbunga akan diminimalkan," katanya dalam keterangan pers dari perseroan, pekan lalu.

Selain fokus pada pengembangan land bank, perseroan akan mulai pengembangan beberapa lokasi TOD (transit oriented development) dan peningkatan recurring income melalui pembangunan hotel di Lombok dan Labuan Bajo.

Diharapkan, aksi korporasi itu dapat memenuhi komitmen perseroan kepada para pemegang saham untuk pencapaian target kinerja pada 2018.

"Target perolehan pemasaran (pre sales) di 2018 sebesar Rp3,8 triliun atau naik 25% dari tahun sebelumnya dan target pencapaian laba bersih sebesar Rp528 miliar, tumbuh 20% dari pencapaian sebelumnya," kata dia.

Guna mendukung kebutuhan belanja modal tahun ini, Direktur Keuangan Indaryanto sebelumnya sempat mengemukakan rencana PPRO untuk menerbitkan obligasi pada 2018.

"Peringkat kita sekarang BBB (triple B) dari Pefindo, aman untuk menambah pinjaman Rp1 triliun, kemungkinan lebih dari itu," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Penerbitan surat utang dinilai tepat karena pihaknya akan menggunakan dana untuk kegiatan proyek properti yang punya karakter jangka panjang.

"Tenor surat utang kemungkinan selama lima tahun."

Terkait dengan kinerja tahun buku 2017 yang kini tengah diaudit kantor akuntan publik, PPRO optimistis volume penjualan mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 21% dari perolehan pada 2016.

Taufik mengatakan, pertumbuhan penjualan itu akan sejalan dengan kinerja laba bersih perseroan yang ditaksir mencapai Rp440 miliar pada akhir 2017.

Arus kas operasi untuk 2017 akan positif sekitar Rp70 miliar, atau jauh lebih baik daripada catatan tahun lalu yang negatif Rp185 miliar.

Menurut Taufik, penguatan dari sisi arus kas akan mendorong tercapainya posisi neraca keuangan yang sehat.

Per 31 Desember 2017 rasio utang berbunga terhadap modal sekitar 0,75.

Dengan demikian, total utang berbunga perseroan masih di bawah satu kali.

Posisi ini menunjukkan tingkat leverage perseroan terkendali.

"Untuk pengembang yang masih banyak membangun, ini capaian yang luar biasa. Ini dikontribusi karena meningkatnya pembelian bulk dan meningkatnya porsi pembelian dengan hard cash dari produk-produk yang kami luncurkan," katanya. (Ant/S-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More