Tengku Erry Antar Edy-Musa ke KPU

Penulis: Puji Santoso Pada: Selasa, 09 Jan 2018, 10:02 WIB Pilkada
Tengku Erry Antar Edy-Musa ke KPU

ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

SIKAP kesatria ditunjukkan Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi. Kendati partai-partai yang semula hendak mengusungnya, termasuk partainya sendiri, mengalihkan dukungan ke pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah, Erry legawa.

Ia bahkan memimpin rombongan partai koalisi pendukung yang mengantar Edy-Musa mendaftar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, kemarin. Ketua DPW Partai NasDem Sumut itu terlihat mendampingi Edy-Musa diikuti sejumlah pengurus partai pendukung, seperti Ketua DPD Hanura Sumut Kodrat Shah, Ketua DPD Golkar Sumut Ngogesa Sitepu, Ketua DPW PKS Sumut Hafez, Ketua DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap, dan Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan.

Rombongan berangkat dari rumah pemenangan Edy-Musa (Eramas) di Jalan A Rivai. Pasangan tersebut diarak menuju Kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, dengan menggunakan becak bermotor (bentor). Mereka diterima Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan empat komisioner lainnya.

"Semua berkas kita sudah lengkap dan semua partai pendukung kita juga sudah siap. Hari ini kami daf-tarkan diri ke KPU Sumut," kata Edy di Kantor KPU Sumut.

Pasangan Edy dan Musa atau yang akrab disapa Ijeck memperoleh dukungan 60 kursi DPRD Sumut yang berasal dari Partai Golkar (17), Gerindra (13), PKS (9), PAN (6), Hanura (10), dan NasDem (5). "Kedatangan kami ini penuh percaya diri karena ini merupakan kepercayaan masyarakat Sumut," tegas Edy.

Seusai mengantar Edy-Musa mendaftar ke KPU Sumut, Erry Nuradi menyatakan sebagai kader partai politik ia sudah berusaha untuk mendapatkan tiket maju di pilgub Sumut. Namun, ia juga harus bersikap realistis karena tidak berhasil memenuhi syarat pengusungan.

"Ya saya lapang dada saja. Kita sudah mencoba, tapi kan ada syarat yang harus kita penuhi dan ternyata kita gagal. Kita juga sudah upayakan lobi secara maksimal, tapi keputusannya tidak seperti yang kita harapkan," ujar Erry.

Ia menyebutnya sebagai dinamika berdemokrasi. Keputusan yang sudah dibuat harus dihormati. Selaku Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Erry pun mendukung penuh keputusan partainya.

Semangati pendukung

Erry juga meminta seluruh pendukungnya untuk bersikap serupa dan menerima kenyataan bahwa ia akhirnya tidak bisa kembali berta-rung di pilkada Sumut. Ia berpesan agar para pendukungnya terus ikut aktif mendorong pembangunan di Sumut.

"Kepada pasangan Edy-Ijeck, saya meminta agar dapat menjaga kekondusifan di Sumut yang selama ini cukup terjaga," imbuh Erry.

Erry sempat dideklarasikan bersama Ngogesa untuk maju ke pilgub Sumut dengan didukung NasDem, Golkar, PKB, dan PKPI. Namun, belakangan Ngogesa mundur dari pencalonan dengan alasan kesehatan.

Partai Golkar sempat mencari pengganti Ngogesa. Meski begitu, Golkar akhirnya batal mengusung Erry dan Partai NasDem akhirnya juga ikut menarik dukungan.

PKB dan PKPI kemudian bergabung dengan Demokrat untuk mengusung JR Saragih dan Anche Sellian dengan kekuatan 20 kursi. PDIP hendak mengusung Djarot Saiful Hidayat yang dipasangkan dengan Sihar Pangaribuan Sitorus. Namun, PDIP yang menguasai 16 kursi DPRD Sumut sejauh ini belum memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung calon.(P-1)

#PILKADA

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More