Proyek Hunian TOD bakal Naik Daun

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Selasa, 09 Jan 2018, 07:33 WIB Properti
Proyek Hunian TOD bakal Naik Daun

ANTARA/BERNADETA VICTORIA

INTEGRASI properti dengan transportasi kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat dalam mencari hunian agar bisa mengakses tempat kerja dengan mudah.

Alhasil, pengembang pun kian giat mengembangkan proyek berkonsep transit (transit oriented development/TOD).

Direktur Riset Cushman Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan kecenderungan konsumen mencari lokasi hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi lantaran saat ini kemampuan kalangan menengah cenderung pada hunian di area sekitaran kota besar (suburban).

Dengan begitu, akses menuju ke tempat transportasi yang menuju kota sebagai pusat aktivitas menjadi pertimbangan utama.

"Ya, mereka juga berpikir sudah beli hunian jauh dari pusat kota, tapi jauh dari transportasi, pasti akan sangat merepotkan. Hunian TOD akan jadi incaran pada tahun ini bagi kelas menengah karena hunian yang ada di kota kebanyakan hanya bisa diakses oleh kalangan menengah ke atas," kata Arief saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Maraknya pembangunan infrastruktur di sekitar perkotaan, seperti proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) di sekitar Ibu Kota, pun turut menyuburkan hunian berkonsep TOD yang dibangun pengembang.

Meski begitu, Arief mengingatkan, kendati saat ini sudah ada aturan soal TOD terkait jarak antara hunian dan akses transportasi, banyak pengembang mengklaim proyeknya sebagai hunian berkonsep TOD di luar dari ketentuan tersebut.

Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP) Wahyuni Sutantri mengamini, dengan dibangunnya LRT, menjadikan kawasan yang berada di stasiun LRT menjadi primadona dan incaran bagi para pengembang, untuk mengembangkan kawasan hunian maupun komersial.

"Kami melihat, ke depan hunian yang berada di sisi Stasiun LRT ini akan dicari para konsumen karena akan memberikan kemudahan bagi para penghuni untuk bepergian ke pusat-pusat bisnis, ekonomi, dan hiburan di Jakarta," katanya.

Menangkap peluang tersebut, APP pun mengembangkan proyek LRT Superblok The Conexio, yang dibangun di atas lahan seluas 3,05 hektare (ha) di sisi Stasiun LRT Cikunir 1.

"Selain The Conexio, kami juga akan mengembangkan lagi proyek apartemen yang berada di sisi jalur LRT," imbuh Wahyuni.

Moncernya prospek proyek hunian berkonsep TOD juga diramalkan CEO Pembangunan Strategis dan Pelayanan Sinar Mas Land (SML) Ishak Chandra.

Menurutnya, kawasan hunian dan komersial terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal akan menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat perkotaan yang setiap hari acap terjebak dengan kemacetan lalu-lintas.

Adapun proyek LRT di koridor timur Ibu Kota, dinilainya membuat membuat potensi pasar hunian di wilayah tersebut akan berkembang paling pesat tahun ini.

Hal itu juga disebabkan harga tanah di area Jakarta Selatan, Pusat, dan Barat yang sudah tinggi.

Kehadiran transportasi massal juga menguntungkan SML yang memiliki Kota Wisata Cibubur di koridor timur Jakarta.

"Tol Cimanggis-Cibitung dengan akses langsung ke dalam kawasan Kota Wisata dan LRT akan rampung serta dapat beroperasi pada tahun ini, menjadikan kawasan ini menjanjikan keuntungan berinvestasi berlipat di masa mendatang," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjanjikan pemerintah terus membangun dan mengembangkan berbagai moda transportasi massal yang terintegrasi guna menekan kemacetan, termasuk di DKI dan sekitarnya.

"Kereta bandara dulu rampung, nanti LRT pada 2019 sudah selesai, MRT dari selatan ke utara nanti rampung juga. Ini satu per satu," katanya saat meresmikan Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru Jakarta, Selasa (2/1).

Jokowi menyebutkan, penyediaan transportasi massal yang nyaman dan tepat waktu memang merupakan keharusan untuk wilayah Jabodetabek yang kemacetannya menyebabkan potensi kerugian hingga Rp67 triliun saban tahun. (Ant/S-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More