Pilkada Ajang Adu Program

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Selasa, 09 Jan 2018, 06:44 WIB Pilkada
Pilkada Ajang Adu Program

ANTARA/IRSAN MULYADI -- MI/RUDY KURNIAWANSYAH

"SAYA serahkan berkas pendaftaran pasangan Syamsuar dan Edy Natar Nasution dengan dukungan 13 kursi dari koalisi PAN 7 kursi, NasDem 3 kursi, dan PKS 3 kursi," kata Ketua Partai Koalisi Riau Bersatu Irwan Nasir di Kantor KPU Provinsi Riau, Jl Gajah Mada, Pekanbaru, Riau, kemarin.

Ketua KPU Riau Nuramin lalu menjawab, "Saya terima berkas pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar-Edy Natar Nasutio."

Itulah suasana pendaftaran pasangan calon peserta pilkada di KPU Riau yang dibuat mirip akad pernikahan. Semua pasangan calon dan komisioner KPU menggunakan pakaian tradisional Melayu. Ruangan pun dihias dengan ornamen Melayu. Sebelum masuk ruangan, kedua pihak tak lupa berbalas pantun.

Pendaftaran pasangan bakal calon peserta pilkada dimulai kemarin dan berakhir pada 10 Januari.

Memasuki dimulainya proses Pilkada 2018 di 171 daerah yang terdiri atas 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten, Presiden Joko Widodo mengatakan pilkada serentak tahun ini harus mencerminkan karakter demokrasi yang menjunjung nilai-nilai kesantunan, tidak saling menjelekkan dan mencela, apalagi menjadi ajang kampanye hitam.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo seusai mengisi kuliah umum di Univesitas Muhammadiyah Kupang, NTT, kemarin.

"Kampanye hitam itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita," pesan Presiden.

Pilkada serentak, lanjut Presiden, sebaiknya menjadi ajang unjuk prestasi dan program yang menyejahterakan rakyat. "Silakan adu prestasi, adu rekam jejak, track record, adu ide, adu gagasan, dan adu program,," tandas Jokowi.

Selain di KPU Riau, Pendaftaran pasangan bakal calon juga terjadi di daerah lain. Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto mendampingi pasangan bakal cagub dan cawagub Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, saat mendaftar ke KPU Sulsel. Pasangan itu juga didukung NasDem, Hanura, PKB, dan PKPI.

Dari NTB, pasangan HM Suhaili FT-H Moh Amin berkomitmen menolak segala bentuk politik uang yang dapat mencederai pilkada.

"Itu komitmen kami berdua," kata H Moh Amin seusai mendaftar di KPU NTB.

Calon perseorangan pun tak ketinggalan mendaftar ke KPU. Pasangan cagub dan Wagub Maluku, Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath, mendaftar ke KPU Maluku.

Tadi malam, bakal cagub Jatim Saifullah Yusuf menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Harapan ulama sudah disampaikan," kata Gus Iful, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Kampanye hitam merusak

Terkait dengan kampanye hitam, pengamat psikologi politik UI, Hamdi Moeloek, menilai maraknya kampanye seperti itu menjelang pilkada serentak 2018 dan menyambut Pilpres 2019 bukan saja menunjukkan rendahnya kualitas demokrasi kita.

"Daya rusaknya juga luar biasa pada kehidupan bersama kita sebagai bangsa," kata Hamdi, tadi malam.

Namun, kata dia, masyarakat harus memahami bahwa kampanye hitam berbeda dengan kampanye negatif. "Kampanye negatif itu boleh-boleh saja karena memakai kelemahan lawan dan itu berdasarkan fakta," kata Hamdi.

Ia memberi contoh kampanye negatif, misalnya seorang calon yang memiliki riwayat narkoba dan itu ada faktanya. "Kalau kampanye hitam itu murni fitnah, mengada-ada, dan sifatnya untuk membunuh karakter seseorang," tukas Hamdi.(Ths/RK/HJ/YR/FS/X-4)

#PILKADA

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More