Produser Buka Kemungkinan Kolaborasi X-Men dan Avengers

Penulis: Purba Wirastama Pada: Minggu, 07 Jan 2018, 10:51 WIB Hiburan
Produser Buka Kemungkinan Kolaborasi X-Men dan Avengers

AP Photo/Richard Drew

AKUISISI Walt Disney atas sejumlah besar aset Fox membuka arah baru bagi waralaba film superhero. Lauren Shuler Donner, produser X-Men, menyatakan pihaknya sangat mungkin bekerja sama dengan Marvel Studios untuk menjadikan satu tokoh X-Men dan Avengers ke dalam satu film.

"Tentu saja, kenapa tidak?" kata Lauren dalam panel diskusi TCA di Los Angeles pekan ini, dikutip dari We Got This Covered.

"Bagiku, Bob Iger salah satu orang paling cerdas di negara ini. Alan Horn adalah teman lama. Kevin Feige pernah magang di tempatku, menjadi asisten, lalu menjadi produser rekanan di X-Men pertama. Kevin dan aku memulai X-Men bersama. Jadi buatku, jika kami bekerja dengan Kevin, aku senang," lanjutnya.

Bob adalah CEO perusahaan Walt Disney, sedangkan Alan adalah CEO Walt Disney Studios, yang membawahi beberapa studio produksi termasuk Marvel Studios yang dipimpin Kevin.

Kevin adalah satu tokoh penting yang membesarkan Marvel Cinematic Universe, waralaba superhero terbesar dari Hollywood. Pria kelahiran 1973 ini menempuh studi di University of Southern California School of Cinematic Arts, kampus tempat George Lucas dan Ron Howard kuliah.

Pada tahun 2000, dia direkrut sebagai rekan produser untuk film X-Men. Menurut Lauren, Kevin punya pengetahuan luar biasa tentang dunia fiksi Marvel.

"Tak ada yang lebih bersemangat terhadap para karakter ini. Segala yang disentuh Kevin berubah jadi emas. Aku tak sabar menantikan bagaimana masa depan para mutan Marvel," tukasnya.

Sebelum akuisisi terakhir Disney ini, karakter X-Men dan Avengers muncul dalam waralaba film berbeda kendati sama-sama diadaptasi dari komik Marvel. Waralaba X-Men dimulai lebih dulu pada tahun 2000 dan telah merilis 10 film. Sementara Avengers menjadi bagian dari MCU yang kini telah merilis 17 film. (MTVN/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More