Bambang Brodjonegoro : Terinspirasi Sosok Almarhum Ayah

Penulis: Riz/M-4 Pada: Minggu, 07 Jan 2018, 08:00 WIB WAWANCARA
Bambang Brodjonegoro : Terinspirasi Sosok Almarhum Ayah

MI/BARY FATHAHILAH

BAMBANG Brodjonegoro adalah anak bungsu dari Sumantri Brodjonegoro Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-14 di era Presiden Soeharto. Meskipun sang ayah meninggal saat usianya masih beranjak 7 tahun ia tidak tahu banyak tentang karier sang ayah.

"Waktu ayah saya meninggal saya umur 7 tahun dan posisi beliau terakhir pada saat itu adalah seorang menteri dan yang saya tahu ayah saya menteri, meskipun beliau adalah seorang dosen tapi saya tidak pernah tahu bagaimana kariernya sebagai dosen," ungkap Bambang kepada Media Indonesia di kantornya.

Meskipun begitu, Bambang mengaku mendapatkan cerita tentang ayahnya dari sang ibu Nani Soeminarsari. Ibunya berharap agar ketiga anaknya tersebut mampu mengikuti jejak sukses sang ayah.

"Tentunya harapan seorang ibu wajar, ingin ada anak-anaknya yang seperti ayahnya. Kita bertiga bersaudara tentunya berupaya dan tiga-tiganya jadi dosen dan kebetulan yang menjadi menteri saya. Intinya, kalau ditanya inspirasi jelas ada, kalau tidak ada kita tidak punya ide, inspirasi, maupun bayangan seperti apa itu menteri," tuturnya.

Di sela-sela kesibukannya sebagai menteri, Bambang mengaku masih menyempatkan dirinya untuk berolahraga bulu tangkis seminggu 2 kali. Selain hobi olahraga tepok bulu itu, dirinya juga senang mengikuti perkembangan berita terbaru secara daring.

"Saya hobi badminton, 2 kali seminggu itu masih saya usahakan," jelasnya.

Saat ditanya bagaimana rasanya menjadi menteri seperti ayahnya, Bambang pun menjelaskan menjadi menteri adalah jabatan yang susah-susah gampang.

"Kalau bidangnya cocok dan punya pengalaman itu sangat membantu.

Untungnya sejak 2011 saya sudah di Kementerian Keuangan, sudah pernah merasakan jadi eselon 1, pernah di bawah 2 menteri keuangan, paling tidak saya tahu menteri itu kerjanya apa sehingga setelah saya jadi menteri tidak terlalu susah," paparnya.

Meskipun beberapa tahun terakhir dirinya berkecimpung di Kementerian Keuangan, tetapi saat ditugaskan di Bappenas dirinya merasa bahwa ilmu yang dimilikinya justru lebih dekat dengan Bappenas.

"Kalau di Bappenas ini, meskipun saya belum pernah di Bappenas tapi bidang ilmunya korelasinya lebih dekat ke bidang ilmu saya dibandingkan dengan di Kementerian Keuangan. Meskipun ada perbedaan tapi saya enjoy saja, karena ini bukan sesuatu hal yang harus dipelajari dari nol," pungkasnya.(Riz/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More