Dari Gambar Jadi Boneka

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 07 Jan 2018, 03:01 WIB MI Anak
Dari Gambar Jadi Boneka

MI/Seno

GAMBAR berbentuk oval dengan ekor dan sirip itu kemudian memiliki mata. Mirip gambar ikan. Namun, ketika Medi menanyakan pada sang penggambar, Faqih Gwiazda, siswa kelas 3 Ad-Dhuha Islamic School, Tangerang, Banten, ternyata lukisannya itu merupakan kapal selam.

Kapal selam dipulas aneka warna. "Ya, memang diwarnai banyak warna, senang saja," kata Faqih, Selasa (19/12) di Tangerang.

Di bawah kapal selam, Faqih juga menggambar peti harta karun. "Gambar kapal selam ini merupakan boneka impian aku," ujar Faqih.

Selain Faqih, masih banyak pula anak yang melukis boneka impiannya. Mereka bebas mengekspresikan bentuk, warna, dan yang diinginkannya di atas selembar kertas. Bahkan ada juga yang menggambar landak berwarna merah muda, jerapah, kambing, monster, hingga kuman. Mereka berkreasi sesuai imajinasi.

Harus asli imajinasi kamu

Kompetisi menggambar, IKEA Drawing Competition, merupakan kompetisi menggambar boneka impian bagi anak 4 sampai 12 tahun. Kompetisi ini digelar di seluruh toko peralatan rumah itu di seluruh dunia, secara bersamaan pada 6-19 November. Di Indonesia, terdapat 800 anak yang berpartisipasi!

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye IKEA Ayo Main untuk mempromosikan hak anak di bidang pendidikan dan bermain. "Kami menerima hampir 1.000 gambar yang unik dan menarik," kata Kak Ririn Basuki, Public Relation IKEA Indonesia.

Gambar-gambar itu nantinya dipilih hingga menjadi 20 gambar terbaik yang mewakili Indonesia dan nantinya akan dikompetisikan kembali di tinggat global. Para juri pun sempat kebingungan nih Sobat. Namun, mereka akan memilih gambar yang paling autentik atau asli, kreasi imajinasi anak, bukan orangtuanya. "Gambar harus mencerminkan emosi, keingintahuan juga semangat untuk bereksplorasi warna, desain, dan imajinasi. Kompetisi ini menjadi medium yang baik untuk mendorong kretivitas anak," kata Kak Anastasia Satriyo, psikolog anak ynag juga hadir dalam acara ini.

Dimainkan dan jadi donasi

Sebanyak lima gambar terbaik akan diwujudkan dalam bentuk boneka yang akan dijual di seluruh toko seluruh dunia, loh!

"Boneka impianku berbentuk pendekar kambing, semoga bisa dimainkan sama anak-anak lain, biar mereka senang sepertiku," kata Ega Putra Wardhana, kelas 3 SD Islam Tugasku, Jakarta Timur.

Nantinya, hasil penjualan boneka akan disumbangkan untuk anak yang tidak mampu, untuk membantu pendidikan mereka. "Jadi, karya ini oleh anak dan untuk anak," kata Kak Ririn.

Mainan tertua

Medi juga bertemu dengan Hanasafwa Halsya, siswa kelas 3 SD IT Alauzah, Ciputat, Tangerang, yang gemar bermain dengan Rozy, boneka mirip hewan. "Enggak tahu apa itu, mungkin hewan karena dia punya telinga panjang dan kaki. Aku sering main dengannya," kata Halsya. Menurut Ibu Yati, mamanya, boneka itu ialah boneka miliknya sewaktu kecil, loh. Halsya biasanya selalu tidur ditemani Rozy yang dia anggap menjadi sahabatnya. Tahukah kamu, boneka dianggap sebagai jenis mainan tertua di dunia.

Sekarang Halya pun ingin membuat boneka impiannya berupa jerapah berwarna kuning dengan motif polkadot berwarna warni di tubuhnya. "Aku memang suka menggambar binatang dan aku ingin mewujudkannya menjadi boneka," kata Halsya. Kalau kamu, apa boneka favoritmu? (M-1)

SUARA ANAK

Faqih Gwiarza

Kelas 3, Ad-dhuha Islamic School, Tangerang, Banten

Aku senang menggambar alat transportasi, kali ini aku menggambar kapal selam yang biasanya ada di dalam laut. Aku tambahkan juga peti harta karun yang suka ada di cerita dongeng.

========

Hanasafwa Halsya

kelas 3 SD IT Alauzah, Tangerang Selatan, Banten.

Aku punya Rozy, boneka yang selalu menemaniku. Aku tidak tahu jenis apa dia, tapi sepertinya hewan. Dia mempunyai badan bulat, telinga panjang dan dua kaki.

==========

Ega Putra Wardana

Kelas 3, SD Islam Tugasku, Jakarta Timur.

Aku suka sekali melihat kambing, dia punya bulu yang bagus sehingga aku ingin sekali punya boneka berbentuk kambing. Aku namai dia Pendekar Kambing karena dipikiranku dia itu pemberani.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More