Seluruh Paslon PDIP Diminta Waspada

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 06 Jan 2018, 17:09 WIB Polkam dan HAM
Seluruh Paslon PDIP Diminta Waspada

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang bersama mewujudkan watak politik yang berkeadaban. Ajakan ini salah satunya dimaksudkan untuk menyikapi mundurnya Abdullah Azwar Anas dari kontestasi Pilkada Jawa Timur. Anas mundur setelah diterpa isu pribadi yang dibawa ke ranah politik.

"Kami menolak berbagai bentuk kampanye hitam (black campaign) yang menghalalkan segala cara menghancurkan reputasi politik Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi yg dicalonkan PDI Perjuangan dan PKB sebagai wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sabtu (6/1).

Menurut Hasto, begitu kerasnya upaya pihak-pihak manapun yang melakukan kampanye hitam yang mengorbankan aspek etika agar benih-benih generasi muda yang mempunyai kepemimpinan sangat baik dapat dipatahkan di tengah jalan.

Karena itulah, imbuh Hasto, PDI Perjuangan tetap kokoh dan memberikan dukungan moral kepada Azwar Anas. "Kami memberikan dukungan sepenuhnya, bahwa yang namanya Abdullah Azwar Anas adalah sebuah korban dari politik yang liberal itu.”

Untuk itu, PDI Perjuangan memutuskan, bahwa meskipun Anas telah menyerahkan mandat kepada DPP Partai, PDI Perjuangan tetap memberikan dukungan untuk melawan segala upaya yang mencoba menzolimi sosok yang dikenal merakyat tersebut.

“Partai menginstruksikan jajaran untuk memberikan dukungan terhadap Bung Azwar Anas di dalam menegakkan kebenaran di atas kebenaran itu. Karena kami percaya, kami diajari di dalam berpolitik ini bahwa siapapun yang menghalalkan segala cara tidak akan menang. Mereka akan dikalahkan oleh kekuatan rakyat itu sendiri,” ucap Hasto lagi.

Dia menjelaskan, setelah melaporkan kejadian yang menimpa Anas kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kader-kader partai diingatkan bahwa persatuan dengan rakyat adalah senjata yang sehebat-hebatnya. Apalagi, ujar Hasto, Anas sangat dicinta oleh rakyat Banyuwangi karena kepedulian dan kinerjanya di sana.

“Kita bisa melihat sendiri prestasi Bung Azwar Anas di Banyuwangi. Kabupaten yang dulu tidak diperhitungkan, sekarang berubah dengan cepat. Rakyatnya hidupnya lebih baik. Tetapi kemudian hanya gara-gara merebut kekuasaan dengan menggunakan cara-cara keji meskipun kami tidak percaya foto-foto yang beredar itu. Kami melihat dalam keseharian Bung Anas orang baik, orang jujur. Dia orang yang mencoba menolak berbagai macam suap demi kekuasaan untuk rakyat itu.”

Terkait pengembalian mandat yg dilakukan Anas kepada DPP PDI Perjuangan, Hasto menambahkan masih mempertimbangkannya, apalagi partai dihadapkan kepada pilihan yang tidak mudah.

“Kami tetap akan mendampingi Bung Azwar Anas. Kami bukan partai ketika ada orang yang bermasalah kami tinggalkan. Apalagi ini sekali lagi karena masalah kekuasaan. Bung Anas tahu bahwa dirinyalah yang ditarget.

Anas, ujar Hasto, juga paham dirinya yang dikejar-kejar maka memilih berkonsentrasi di Banyuwangi bersama masyarakat di sana, tempat dia mengabdi selama ini.

PDI Perjuangan kembali mengingatkan tema sentral yg diangkat dalam Pilkada 2018 adalah menjalankan politik secara beradab dan menentang politik hitam pihak manapun yang menggunakan segala cara untuk meraih kekuasaan.

“Mereka yang telah kami pilih sebagai paslon untuk tetap teguh pada jalan kepemimpinan untuk rakyat. Dan waspadailah kampanye hitam yang dilakukan secara melalui rekayasa pelanggaran moral; isu korupsi; dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya,” pungkas Hasto.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More