Menanti Final Trilogi Supermoon

Penulis: Gurit Ady Suryo Pada: Sabtu, 06 Jan 2018, 12:10 WIB Eksplorasi
Menanti Final Trilogi Supermoon

AFP

JIKA Anda belum sempat menyaksikan dua fenomena supermoon yang baru saja lewat, kesempatan terakhir ada pada akhir bulan ini. Para ilmuwan memperkirakan kejadian terakhir dari trilogi supermoon akan jatuh pada 30/31 Januari.

Supermoon merupakan istilah yang digunakan para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi (apsis/perigee). Secara spesifik, supermoon bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi.

Saat supermoon bulan akan lebih besar 14% dan lebih terang sekitar 30% dari ukuran saat Purnama biasa (apogee). Pada apogee, posisi bulan berada di titik terjauh dari bumi.

Dua supermoon sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2017 dan 2 Januari 2018 dan 30/31 Januari 2018. Pada supermoon 2 Januari, bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi pada 2018, yakni sejauh 356.565 kilometer (km) pada pukul 04.48.

Lima jam setelah supermoon tadi terjadi, yakni pada pukul 09.24, bulan akan berada pada puncak fase purnama. Pada saat inilah bulan akan terlihat sangat besar dan terang. Namun sayang, pada fase tersebut bulan sudah pergi dan terbenam dari wilayah Indonesia.

Adapun fase supermoon final nanti, pada 30 Januari 2018, bulan akan berada di jarak 358.993 km. Pada 29,5 jam berikutnya, yaitu pada 31 Januari 2018 pukul 20.26 WIB, bulan pun berada dalam puncak fase purnamanya.

Kejadian purnama perigee penutup dari tiga rangkaian supermoon ini ialah yang banyak ditunggu. Sebabnya, pada saat bersamaan terjadi pula peristiwa gerhana bulan total yang dapat diamati dari seluruh Indonesia dari awal malam hingga tengah malam. Terlebih, peristiwa totalitasnya akan terjadi selama satu jam 16 menit.

Supermoon ketiga ini disebut juga dengan blue blood moon atau gabungan dari blue moon dan blood moon. Blue moon merupakan istilah untuk purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan. Sementara itu, blood moon kerena warna pucat kemerahan pada supermoon kali ini yang terjadi karena gerhana. Dua fenomena yang sekaligus terjadi pada supermoon 31 Januari ini membuatnya mendapatkan dua nama sekaligus, yaitu blue blood moon.

Waspadai banjir rob
Bersamaan dengan fenomena supermoon, BMKG melalui situsnya www.bmkg.go.id memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuk selalu waspada. BMKG mengatakan bahwa peningkatan pasang air laut maksimum yang terjadi dapat mengakibatkan banjir akibat genangan air laut atau rob.

Kondisi ini diperkirakan akan terjadi antara 1 Januari hingga 4 Januari 2018 dan 29 Januari hingga 2 Februari 2018.

Terlepas dari itu, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk juga waspada terhadap munculnya informasi-informasi palsu atau hoaks terkait fenomena alam yang dihubungkan dengan supermoon ini.

Ada baiknya masyarakat melakukan kroscek terhadap informasi yang beredar. Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca, gempa bumi, dan tsunami 24 jam (BMKG/AFP/nationalgeographic/M-3).

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More