Vending Machine, Atur Sesuai Selera

Penulis: (Eno) Pada: Jumat, 05 Jan 2018, 06:00 WIB BIG CIRCLE
Vending Machine, Atur Sesuai Selera

MI/ADAM DWI

MASIH berhubungan dengan kopi, Darek Sia, 29, lulusan S-1 Western University, Australia, membuat Amores Specialty Coffee. Amores merupakan nama vending machine yang dapat digunakan untuk membuat kopi sesuai dengan selera konsumen.
Ide itu berawal dari maraknya industri kopi di Tanah Air. Itu dianggap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Sebenarnya vending machine bukanlah hal yang baru karena sudah banyak di gerai-gerai ritel. Namun, yang membedakan vending machine ini ialah pemaduan specialty coffee dengan financial technology.

Vending machine itu dirancang dengan mengintegrasikan antara mesin kopi dan pembayaran cashless melalui e-money. Pembayaran dilakukan dengan cara scan QR code HP dengan vending machine. Tujuan vending machine itu ialah masyarakat bisa menikmati specialty coffee dengan harga terjangkau.

Melalui vending machine itu, masyarakat dapat mengatur sendiri resep kopi, mulai takaran gula, campuran kopi yang dipilih, hingga kadar air atau susu. Amores dijual seharga Rp250 juta atau disewakan seharga Rp15 juta per bulan selama tiga tahun. Satu vending machine dapat menampung sekitar 3 kilogram biji kopi atau setara dengan 100 hingga 150 cup kopi. Harga per cup kopi yang disarankan antara Rp10 ribu dan Rp 15 ribu.

Kelak, Amores akan hadir di gedung-gedung perkantoran di Jakarta. Hal itu bekerja sama dengan perkantoran. Kemudian, Amores juga akan hadir di ruang publik seperti bandara dan stasiun kereta api. (Eno)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More