Perlu Adaptasi terhadap Empat Tren Disrupsi

Penulis: Administrator Pada: Kamis, 04 Jan 2018, 12:30 WIB Otomotif
Perlu Adaptasi terhadap Empat Tren Disrupsi

AFP

INDUSTRI otomotif kini mulai merasakan gelombang digitalisasi dan kemajuan teknologi di era disrupsi.

Studi bertajuk Global Automotive Supplier Study 2018 yang dirilis Roland Bwrger dan Lazard memetakan empat megatren disrupsi pada industri otomotif.

Keempat tren tersebut ialah berbagi kendaraan (shared mobility), pengemudian mandiri (autonomous driving), digitalisasi, dan elektrifikasi.

Keempat tren disrupsi tersebut dianggap mampu menggerus keuntungan para pelaku otomotif dunia, terutama produsen yang perlu mengubah model bisnis sebagai langkah antisipasi.

Pemasok otomotif global pada 2017 memang tercatat masih menikmati kenaikan pendapatan sekitar 3% dengan mempertahankan tingkat profitabilitas dan margin pendapatan atas penjualan rata-rata 7,3%.

Studi menunjukkan pertumbuhan tetap akan terjadi pada 2018, tapi tingkat kecepatan menurun.

Secara rinci, "Model usaha mobilitas yang baru dengan adanya berbagi kendaraan (ride sharing) akan mengganggu perusahaan mobil, mobilitas pribadi, dan logistik barang," ujar Christof Sondermann, Direktur Lazard.

Di sisi lain, kehadiran autonomous driving semakin dekat seiring kebutuhan ekonomi, peraturan, dan teknologi.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence) juga menawarkan berbagai kemungkinan tak terbatas sehingga keberadaan layanan teknologi berbasis konektivitas telah menjadi realitas pada hari ini.

Di sisi elektrifikasi, momentum pun sedang dibangun para regulator dan industri manufaktur dibarengi dengan teknologi yang semakin maju.

"Pergeseran teknologi mengharuskan pemasok untuk berinvestasi secara substansial, baik terhadap teknologi lama maupun baru secara bersamaan, meskipun keuntungan dari investasi teknologi baru tak menentu. Pada saat yang sama, digitalisasi dan elektrifikasi bisa jadi monetisasi baru," tutur Martin Tonko, Presiden Direktur Roland Berger Indonesia.

Para pemasok otomotif, lanjutnya, tetap berpeluang mempertahankan pertumbuhan dengan memperdalam pengetahuan tentang disrupsi.

Perubahan model bisnis akan menjamin segmen dan produk mengalami pertumbuhan berkelanjutan.

Implikasi utama, termasuk divestasi dan diversifikasi, sudah tecermin dalam aksi merger dan akuisisi pada 2017.

Kemitraan inovasi menjadi semakin penting. (Gnr/S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More