Debitur dan Kreditur Terlindungi

Penulis: Fetry Wuryasti fetry@mediaindonesia.com Pada: Kamis, 04 Jan 2018, 05:16 WIB Ekonomi
Debitur dan Kreditur Terlindungi

Ist

OTORITAS Jasa Keuangan me-ngeluarkan kebijakan khusus perbankan terkait dampak letusan Gunung Agung di Bali dengan menetapkan Kabupaten Karangasem sebagai daerah dengan perlakuan khusus dalam kredit perbankan. Dengan aturan itu, baik debitur maupun kreditur sama-sama terlindungi. Debitur bisa berkonsentrasi pada pemulihan bisnisnya dan mendapat restrukturisasi kredit. Bagi perbankan sebagai kreditur atau pemberi pinjaman, relaksasi itu membuat mereka tidak perlu menambah biaya pencadangan atas kredit yang disalurkan mereka kepada para debiturnya.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam siaran persnya mengatakan kebijakan itu untuk mempercepat pemulihan kinerja perbankan dan kondisi perekonomian yang terdampak bencana meletusnya Gunung Agung.
“Kebijakan OJK dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner Nomor 20/KDK.03/2017 yang menetapkan Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit bank dan berlaku selama tiga tahun terhitung sejak 29 Desember 2017,” kata Anto.

OJK mencatat delapan kecamatan di Kabupaten Karangasem terkena dampak langsung dari bencana erupsi Gunung Agung, yaitu Kecamatan Abang, Keca-matan Bebandem, Kecamatan Karanga-sem, Kecamatan Kubu, Kecamatan Manggis, Kecamatan Rendang, Kecamatan Sidemen, dan Kecamatan Selat.

Dari laporan bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) yang disampaikan pada 18 Desember 2017, data debitur dan kredit yang terdampak erupsi Gunung Agung berasal dari 11 bank umum dan 36 BPR. Jumlah debitur dari 11 bank umum yang terkena dampak langsung erupsi Gunung Agung sebanyak 19.430 dengan total baki debet Rp1,09 triliun. Adapun untuk 36 BPR yang terdampak, total debiturnya 1.128 dan baki debet Rp148,9 miliar

Mayoritas perdagangan
Pemimpin Wilayah Bali, NTB, dan NTT PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Putu B Kresna menyampaikan total outstanding kredit atau jumlah kredit yang disalurkan di wilayah Bali mendekati Rp10 triliun per akhir 2017. Jumlah debitur yang terdampak untuk total di seluruh Bali mencapai 106 debitur dengan total utang mereka sebesar Rp654 miliar.

Mayoritas kredit yang disalurkan BNI merupakan kredit segmen besar dan menengah, sedangkan untuk kredit kecil atau kredit yang di bawah Rp15 miliar sekitar 25 nasabah yang meminta restrukturisasi sampai akhir tahun ini. Pengusaha perhotelan, menurutnya, paling terdampak dengan merosotnya okupansi kamar. “Ada sekitar delapan hotel yang meminta restrukturisasi kredit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Putu memaparkan bahwa yang paling terdampak akibat erupsi Gunung Agung ialah masyarakat yang tinggal di sekitar daerah Gunung Agung dengan radius 12 kilometer, seperti di Kabupaten Karangasem. Di sana banyak penduduk yang mata pencaharian mereka terganggu karena harus mengungsi, baik yang bekerja di bidang transportasi, pertanian, maupun bidang konstruksi kecil.
“Mayoritas bergerak di sektor perdagangan hasil pertanian. Makanya khusus di daerah Kabupaten Karangasem memang sangat membutuhkan bantuan untuk penjadwalan kembali atau restrukturisasi,” tandasnya. (E-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More