Waspadai Trilogi Supermoon

Penulis: Benny Bastiandy benny@mediaindonesia.com Pada: Kamis, 04 Jan 2018, 04:15 WIB Nusantara
Waspadai Trilogi Supermoon

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mewaspadai terjadinya banjir rob sebagai dampak trilogi supermoon di pesisir wilayah selatan wilayah tersebut. BPBD Sukabumi memperpanjang posko siaga di pesisir selatan untuk mengantisipasi supermoon. “Trilogi supermoon itu berlangsung antara 1 dan 4 Januari serta 29 Januari hingga 3 Februari. Sampai saat ini kami belum menerima laporan dampak akibat supermoon seperti tingginya gelombang laut,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, kepada Media Indonesia, Rabu (3/1).

BPBD pun sudah menyiapkan relawan-relawan di setiap titik di sepanjang pesisiri pantai selatan Sukabumi. “Kalau terjadi kebencanaan, relawan akan cepat melaporkannya. Tapi sampai sekarang belum ada laporan dari setiap relawan di tiap kecamatan yang ada di pesisir pantai selatan akibat supermoon,” terang Eka. Dari Yogyakarta, fenomena supermoon menyebabkan terjadinya gelombang pasang di pantai selatan dari 1,5 meter hingga 2,5 meter. Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono, mengatakan dampak supermoon tidak terlalu dirasakan masyarakat karena rata-rata permukiman di pesisir selatan jauh dari pantai.

“Berbeda dengan di pantura Jawa, yang rata-rata daratannya cukup rendah, kenaikan muka air laut sangat dirasakan warga pantura Jawa,” terang Djoko. Masih terkait dengan supermoon, BMKG Kelas 1 Pangkalpinang, Bangka Belitung, menyebutkan terjadi rob (pasang air laut) di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang dengan ketinggian mencapai 2,52 meter. Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Nur Setiawan, mengatakan, sebelum adanya fenomena supermoon, ketinggian rob di Kabupaten Bangka dan Pangkalpinang hanya 2 meter.
Masih masalah bencana, BPBD Cilacap, Jawa Tengah, mencatat kerugian akibat bencana di wilayah itu sepanjang 2017 mencapai Rp22,02 miliar. Kerugian itu akibat berbagai bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, meng-ungkapkan peristiwa bencana di Cilacap sebanyak 127 kejadian. “Hampir seluruh bencana terjadi di Cilacap. Paling banyak ialah a-ngin kencang 52 kejadian, kemudian tanah longsor 46 peristiwa, banjir 26 kejadian, angin puting beliung 2 kejadian, serta kekering-an dan gempa sekali peristiwa. Meski gempa hanya sekali terjadi, dampaknya cukup dahsyat, karena kerugiannya besar,” jelas Tri

Pendangkalan
Pada bagian lain, Sungai Uda di wilayah perbatasan Desa Paksebali dan Kelurahan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, mengalami pendangkalan. Pemicunya ialah banjir lumpur material erupsi Gunung Agung di Karangasem.
Dengan adanya pendangkalan itu, warga di sekitar sungai harus mewaspadai apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung, Gusti Nyoman Supartana, mengatakan berdasarkan pemantauan, terjadi pendangkalan hingga 4 meter. (AU/RF/LD/RS/UL/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More