KPAI Menilai USBN untuk SD Sebaiknya Bertahap

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Rabu, 03 Jan 2018, 18:15 WIB Humaniora
KPAI Menilai USBN untuk SD Sebaiknya Bertahap

Ist

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan, Retno Listyani mengatakan, bila ingin melanjutkan melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 8 mata pelajaran, pemerintah sebaiknya terlebih dulu melakukan uji coba.

Hal itu dibutuhkan untuk melihat kondisi kesiapan serta dampak yang ditimbulkan dari sistem tersebut. Baik untuk pelaksana atau siswa.

"Sebaiknya dilakukan uji coba jangan terlalu buru-buru tetapi akhirnya tidak berjalan sesuai rencana, sebelumnya kan juga sering begitu," ujar Retno, di Jakarta, Rabu (3/1).

Ia mengatakan, akan lebih baik lagi bila sistem tersebut dilakukan secara bertahap. Misalnya dengan menambahkan satu atau dua pelajaran terlebih dulu sebelum memutuskan menambah banyak pelajaran sekaligus.

"Bertahap akan lebih baik. Bagi anak-anak yang menjalani, juga termasuk bagi guru. Karena kita tahu di banyak daerah masih banyak kendala kurangnya guru serta sarana prasarana pendidikan," ujar Retno.

Ia mengatakan, bila nanti dilaksanakan, ia berharap kemendikbud menemukan pola yang tidak akan membebani siswa dalam menghadapi ujian. Di antaranya melalui sosialisasi dan pemantapan kesiapan, hingga penyesuaian beban soal.

"Kalau dikatakan mau ada jenis essay kalau untuk banyak pelajaran pasti sangat membebani anak SD. Itu harus dipikirkan agar tidak terjadi," ujar Retno.

Meski begitu, Retno mengatakan, hingga saat ini KPAI belum menerima laporan terkait rencana USBN tersebut. Baik dari Kemendikbud atau dari pihak orang tua yang mungkin merasa keberatan.

"Sampai saat ini belum ada, tetapi kalau ada yang merasa demikian KPAI siap menerima laporan dan keluhannya untuk kemudian dipikirkan tindak lanjutnya," ujar Retno. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More