Dana Desa Difokuskan untuk Program Padat Karya

Penulis: Adiyanto Pada: Rabu, 03 Jan 2018, 19:15 WIB Ekonomi
Dana Desa Difokuskan untuk Program Padat Karya

Ilustrasi

PEMERINTAH bakal mengintensifkan program padat karya melalui penyaluran dana desa pada 2018, sebagai upaya untuk mengembangkan sektor perekonomian di kawasan perdesaan di Tanah Air.

"Nantinya ada 30% dana desa yang dialokasikan untuk program padat karya," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko P Sandjojo saat dihubungi di Jakarta, Rabu (3/1).

Menurut dia, dari sekitar Rp60 triliun dana desa, Rp18 triliun di antaranya untuk membiayai program padat karya.

Mendes PDTT memaparkan, dana tersebut diproyeksikan bakal menciptakan sekitar 5 juta-6 juta tenaga kerja di berbagai daerah yang terlibat dalam berbagai proyek.

Ia juga mengemukakan, berbagai proyek yang dibiayai dana desa tersebut antara lain untuk pembuatan infrastruktur dasar hingga pengembangan empat program prioritas.

Sedangkan untuk program padat karya itu ada Surat Keputusan Bersama dari empat kementerian yaitu Kementerian Keuangan, Kemendes PDTT, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sebagai landasan pelaksanaan program.

Dengan program padat karya, tutur Mendes, bakal mempercepat upaya pemerintah dalam rangka penurunan angka kemiskinan di berbagai daerah perdesaan.

Menurut Mendes penetapan prioritas penggunaan dana desa didasarkan pada prinsip swakelola berbasis sumber daya desa. Hal itu mengutamakan pelaksanaan secara mandiri melalui pendayagunaan sumber daya alam desa, mengutamakan tenaga, pikiran dan keterampilan warga desa dan kearifan lokal.

Penggunaan dana desa paling sedikit sebesar 30% wajib digunakan untuk menciptakan lapangan kerja di desa, dan membayar upah para pekerja yang merupakan warga desa. (Dio/OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More