Diduga Anti-Pancasila, Kemenag Balikpapan Awasi 10 Sekolah

Penulis: Syahrul Karim Pada: Rabu, 03 Jan 2018, 15:10 WIB Humaniora
Diduga Anti-Pancasila, Kemenag Balikpapan Awasi 10 Sekolah

Ilustrasi

KEMENTERIAN Agama wilayah kota Balikpapan mengawasi 10 sekolah swasta yang dinilai tidak mencerminkan dan menerapkan nilai-nilai nasionalisme atau anti-Pancasila.

"Kami memasukkan daftar 10 sekolah swasta yang menjadi catatan yang dianggap tidak sesuai dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Kami sudah turun ke lapangan, lakukan evaluasi. Sekarang sudah mau ikuti kultur Indonesia. Tapi bukan berarti kami lepas begitu saja, mereka masih kami awasi," kata Kepala Kantor Kemenag RI wilayah Kota Balikpapan, Hakimin, Rabu (3/1).

Alasan 10 sekolah tersebut mendapat sorotan karena ditemukan beberapa indikasi yang tidak sesuai dengan kultur kebangsaan dan kenegaraan Indonesia. Di antaranya, tidak mau melaksanakan upacara bendera, tidak mengakui Kepala Negara yang resmi dan tidak mengenal Pancasila. Pengajaran sekolahnya juga lebih berhaluan pada sekte-sekte politik tertentu yang tidak sesuai dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kami turun sama-sama. Kami benahi. Sudah tidak lagi sekarang. Hanya saja kami terus ikuti perkembangannya," ujarnya.

Bila masih terus melanggar dan bertentangan dengan prinsip kenegaraan, ia menyebut sekolah itu bisa ditutup. "Kalau sampai nanti ada lagi, mengulangi lagi, tindakan tegas dari kami akan memberikan sanksi sampai menutup kegiatan operasional sekolah," tuturnya.

Ia mengakui di lapangan ditemukan fakta dari 10 sekolah tersebut ada beberapa sekolah yang bahkan tidak mengakui Pancasila. Upacara bendera merah putih pun dianggap melanggar agama. Menghormati bendera merah putih dinilai mengganggu keimanan seseorang.

"Mereka anggapannya menghormati itu sama saja seperti menyembah. Kan tidak begitu," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan pembinaan dengan memberikan pemahaman bahwa ideologi pancasila ini mengadung nilai-nilai agama dan mencerminkan jatidiri bangsa Indonesia. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More