Diet Ekstrem tidak Dianjurkan

Penulis: (*/H-3) Pada: Rabu, 03 Jan 2018, 07:31 WIB Kesehatan
Diet Ekstrem tidak Dianjurkan

thinkstock

DIET menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk bentuk tubuh ideal. Namun, diet tidak boleh dilakukan sembarangan. Dalam menjalankan diet kebutuhan gizi juga harus tetap dipenuhi. Diet ekstrem yang memangkas sebagian besar asupan makanan dan minum tidak dianjurkan.

”Diet ekstrem tidak baik, mengakibatkan badan menjadi lemas karena mengurangi jumlah porsi makanan yang cukup banyak,” ujar Nutritionist Marie France Bodyline, Anette Rehanawaty Kalia, dalam diskusi bertajuk 018 Beauty Trends #Bringoutthebest di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan nutrisi ialah bagian penting dalam perawatan tubuh secara keseluruhan. Masalah pola makan orang Asia, termasuk Indonesia, umumnya berupa makanan tinggi kalori dan lemak. ”Di Marie France Bodyline, kami tidak menggunakan kata diet, tetapi metode weight reduction. Caranya dengan mengenalkan makanan sehat dan seimbang,” katanya.

Dalam sehari, lanjut Anette, kebutuhan kalori perempuan dewasa rata-rata 2.000 kalori. Dalam program weight reduction, asupan kalori itu dikurangi. Namun, mereka tetap menggunakan komposisi asupan yang aman menurut standar WHO. Perinciannya 55%-60% karbohidrat yang difokuskan pada karbohidrat tinggi serat (bukan karbohidrat dari tepung-tepungan), 11%-15% protein hewani dan nabati, serta 30% lemak dari sumber sehat seperti minyak zaitun. ”Nasi tidak dihindari sama sekali. Jadi, untuk mereka yang terbiasa makan nasi, tetap dapat menikmati nasi. Hanya saja, waktu dan porsinya diatur,” imbuh Aneette. (*/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More