Cerita Nusantaran lewat Tinta Emas

Penulis: SURYANI WANDARI wandari@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 31 Des 2017, 05:01 WIB Pesona
Cerita Nusantaran lewat Tinta Emas

DOK THE ZORA BSD

GAYA glamor belum luntur dari desain Adjie Notonegoro. Begitulah yang terlihat dari koleksi terbarunya yang diperagakandi Marketing Suite The Zora BSD City, Tangerang,Jumat (15/12). Mengambil tema Batik Prada Nusantara, koleksi itu menampilkan kemewahan batik dengan motif-motif bunga Nusantara, di antaranya bunga Rafflesia atau dikenal sebagai bunga bangkai dan bunga kamboja. Sesuai dengan tajuk koleksi, motif-motif itu dibuat dengan teknik batik prada yakni batik dengan bubuhan warna emas. “Saya ingin memperlihatkan keindahan Indonesia secara keseluruhan, bukan hanya satu daerah,” kata Adjie dalam konfrensi pers.

Tidak hanya fl ora, Adjie juga menggunakan motif fauna seperti kupu-kupu, capung, dan belalang. Sementara itu, potongan busana yang digunakan kebanyakan berupa gaun malam yang feminin dan elegan. Misalnya gaun engan atasan ketat menampilkan lekuk tubuh sang model, tetapi bagian bawah roknya bergaya klasik dengan model train skirt atau rok panjang menjuntai hingga lantai. Beberapa gaun dipadukan dengan jubah panjang ala era aristokrasi. Kesan mewah makin kuat dengan penggunaan bahan satin yang mengilap, taffeta, dan linen halus.

Dalam deretan 20 set busana yang dipamerkan itu, ada pula empat set busana kemeja batik untuk pria. Pada set busana ini kesan maskulin ditonjolkan lewat paduan motif parang, sedangkan salah satu busana pria terinspirasi oleh kimono berwarna hitam dengan motif burung bangau. “Saya berharap koleksi ini dapat menyambut pergantian tahun dan menjadi tren baik dari warna maupun motifnya. Koleksi ini juga saya dedikasikan untuk negeri tercinta Indonesia atas kecintaan saya terhadap negeri yang memiliki banyak keindahan dan keberagaman budaya,” ujar desainer 56 tahun itu.

Dilukis sendiri
Keistimewaan lain dalam koleksi ini ialah proses pembuatan motif batik yang dilakukan sendiri oleh Adjie. “Bisa dibilang ini masterpiece karena dilukis sendiri, menggunakan tinta Prada emas, dan orisinalitasnya tinggi sehingga tidak mudah ditiru siapa pun,” jelas paman dari desainer Ivan Gunawan itu. Proses pembuatannya pun cukup lama. Ia mengaku menghabiskan empat bulan untuk menyelesaikannya karena melalui banyak proses, di antarannya pemilihanwarna dan bahan serta harus membentuk pola dan menjahitnya baru kemudian bisa dilukis. “Saya membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikannya. Saya harus menyelesaikan busananya terlebih dahulu baru bisa dilukis,” ungkapnya. Pada koleksi ini Adji kebanyakan menggunakan warna dasar seperti hitam, cokelat, dan beige. Warna itu dinilai lebih bisa menampilkan kemewahan jika dipadukan dengan warna emas. Di sisi lain, karakter playful Adjie juga dimunculkan, di antaranya semburat warna shocking pink dan kuning. (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More